Pakar Prediksi El Nino Kali Ini Berpotensi Pecahkan Rekor
- 08 Jul 2026 17:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Tim Stockdale dari ECMWF menyatakan model prakiraan menunjukkan El Nino berada pada kategori ekstrem dan menjadi yang terkuat serta paling konsisten yang pernah diamatinya dalam lebih dari 30 tahun.
- Fenomena ini dapat mengubah pola angin, tekanan udara, dan curah hujan, sehingga meningkatkan risiko kekeringan di sejumlah wilayah serta banjir di wilayah lainnya.
- Stockdale menyebut El Nino sebelumnya berkontribusi terhadap rekor suhu global pada 2023 dan 2024, sementara para ilmuwan mengimbau pemerintah dan masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem.
RRI.CO.ID, Reading — Fenomena El Nino yang sedang berlangsung diperkirakan akan memecahkan rekor kekuatan. Selain itu, fenomena tersebut juga berpotensi memicu berbagai cuaca ekstrem di sejumlah wilayah dunia.
Peringatan tersebut disampaikan pakar El Nino dari Pusat Eropa untuk Prakiraan Cuaca Jangka Menengah (ECMWF), Tim Stockdale. Peringatan tersebut disampaikan pada Selasa, 7 Juli 2026, dilansir dari Arab News.
Menurut Stockdale, model prakiraan menunjukkan El Nino kali ini berada pada kategori ekstrem. Ia mengatakan fenomena tersebut berbeda dari yang pernah diamatinya selama lebih dari 30 tahun.
Ia mengatakan, belum pernah melihat prakiraan El Nino yang begitu kuat dan konsisten di berbagai model cuaca. Stockdale menilai peluang El Nino kali ini untuk memecahkan rekor sangat besar.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa tidak ada jaminan pasti hingga fenomena tersebut benar-benar berkembang sesuai prakiraan. El Nino menyebabkan suhu permukaan laut di wilayah tengah dan timur Samudra Pasifik ekuator meningkat.
Kondisi tersebut memengaruhi pola angin, tekanan udara, dan curah hujan di berbagai belahan dunia. Fenomena El Nino umumnya terjadi setiap dua hingga tujuh tahun dan berlangsung selama sekitar sembilan hingga dua belas bulan.
Jika terjadi bersamaan dengan perubahan iklim akibat aktivitas manusia, dampaknya dapat menjadi lebih besar. Stockdale mengatakan El Nino sebelumnya turut berkontribusi menjadikan tahun 2023 sebagai tahun terpanas kedua yang pernah tercatat.
Ia juga menyebut tahun 2024 menjadi tahun terpanas sepanjang sejarah. Fenomena ini juga dapat memicu kekeringan di sejumlah wilayah, sementara wilayah lainnya berisiko mengalami banjir.
Para ilmuwan terus memantau perkembangan El Nino untuk memperbarui prakiraan dampaknya. Pemerintah dan masyarakat di berbagai negara juga diimbau meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan menyertai fenomena tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....