Penanganan Cepat Jadi Kunci Keselamatan Pasien Penyakit Aorta

  • 20 Mei 2026 07:19 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Penyakit aorta seperti aneurisma dan aortic dissection termasuk kondisi kardiovaskular berbahaya yang membutuhkan penanganan cepat.
  • Penyakit aorta sering berkembang tanpa gejala jelas hingga akhirnya menjadi kondisi gawat darurat.
  • Dari lebih dari 2.500 rumah sakit di Indonesia, hanya sekitar 120–150 rumah sakit yang memiliki layanan bedah jantung, dan hanya sedikit yang mampu menangani aorta kompleks secara komprehensif.

RRI.CO.ID, Tangerang - Penyakit aorta merupakan salah satu kondisi kardiovaskular dengan tingkat kegawatan tinggi karena dapat menyebabkan kematian dalam waktu singkat apabila tidak segera ditangani. Risiko tersebut terutama terjadi pada kasus acute aortic dissection atau robekan pada dinding aorta.

Dokter spesialis bedah toraks, kardiak, dan vaskular Siloam Hospitals Lippo Village, dr. Dicky Aligheri Wartono, Sp.BTKV (K) mengatakan, keterlambatan penanganan pada fase akut dapat meningkatkan risiko kematian secara signifikan.

"Aortic dissection merupakan kondisi ketika lapisan dinding aorta robek dan darah masuk ke lapisan pembuluh darah. Pada fase akut, risiko kematian dapat meningkat sekitar 1–2 persen setiap jam dalam 24–48 jam pertama apabila tidak mendapatkan penanganan," kata dr. Dicky dalam temu media bertajuk "Kecepatan Menyelamatkan Nyawa: Penanganan Penyakit Aorta Kompleks di Era Modern", di Tangerang, Selasa, 19 Mei 2026.

Aorta merupakan pembuluh darah utama yang membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh. Gangguan pada aorta seperti aneurisma maupun diseksi sering berkembang tanpa gejala yang jelas, hingga akhirnya memicu kondisi yang mengancam jiwa.

Secara global, sindrom aorta akut diperkirakan mencapai sekitar 4,8 kasus per 100 ribu orang per tahun. Sementara di Indonesia, layanan penanganan aorta kompleks masih terbatas.

Dari lebih dari 2.500 rumah sakit di Indonesia, hanya sekitar 120 hingga 150 rumah sakit yang memiliki layanan bedah jantung. Namun, hanya sebagian kecil yang mampu menangani kasus aorta kompleks dengan pendekatan komprehensif.

Siloam Hospitals Lippo Village menjadi salah satu rumah sakit yang mengembangkan layanan penanganan aorta kompleks. Penanganan dilakukan melalui pendekatan multidisiplin dan teknologi bedah modern.

Rumah sakit tersebut telah mengimplementasikan teknik Frozen Elephant Trunk (FET). Yaitu, metode bedah modern yang digunakan untuk menangani kasus aorta kompleks pada area dada hingga perut.

Selain itu, layanan penanganan juga didukung fasilitas Endovascular Aortic Repair (EVAR/TEVAR), ICU kardiovaskular khusus pascaoperasi, CT scan kardiovaskular 24 jam, serta kolaborasi lintas disiplin. Mulai dari dokter bedah, kardiologi, anestesi, radiologi, hingga intensive care.

Menurut dr. Dicky, keberhasilan penanganan penyakit aorta sangat bergantung pada kesiapan sistem pelayanan yang terintegrasi.

"Penanganan optimal membutuhkan koordinasi cepat antara Unit Gawat Darurat, radiologi, dokter bedah, anestesi, ICU, tim kardiologi hingga rehabilitasi," ujarnya.

Melalui penguatan layanan Aortic & Advanced Cardiovascular Center, Siloam berharap akses masyarakat terhadap layanan penanganan aorta kompleks di Indonesia dapat semakin meningkat. Sekaligus, mengingatkan pentingnya deteksi dini pada penyakit kardiovaskular.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....