Menkes Dorong Deteksi Dini Kanker di Perayaan 1 Tahun SWICC

  • 03 Agt 2026 15:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, mendorong deteksi dini kanker melalui Program Cek Kesehatan Gratis
  • Pemerintah menargetkan 136 juta masyarakat, mengikuti skrining kanker pada 2026
  • SWICC genap satu tahun sebagai pusat layanan kanker terpadu di Bogor
  • Keterlambatan diagnosis menjadi penyebab tingginya kematian akibat kanker
  • SWICC menghadirkan layanan kanker terpadu dari skrining hingga terapi

RRI.CO.ID, Bogor – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, mendorong deteksi dini penyakit kanker melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Langkah itu dinilai penting, dalam menekan angka kematian akibat kanker di Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Menkes saat membuka Bogor Oncology Summit SWICC atau BOSS 2026. Kegiatan dilaksanakan untuk memperingati satu tahun, Suherman Widyatomo Integrated Cancer Center atau SWICC.

Menkes mengatakan, keterlambatan diagnosis masih menjadi penyebab tingginya kematian akibat kanker. Banyak pasien baru mengetahui mengidap penyakit tersebut, ketika sudah memasuki stadium lanjut.

"Kita harus lakukan deteksi lebih dini melalui program cek kesehatan gratis. Kalau itu dilakukan, kanker bisa diatasi dengan lebih optimal," ujar Budi Gunadi Sadikin di Sentul, Bogor, Minggu 2 Agustus 2026.

Program CKG sendiri menyasar masyarakat berusia di atas 40 tahun dan kelompok berisiko. Pemerintah menargetkan 136 juta masyarakat mengikuti skrining kanker tahun ini.

Budi juga mengapresiasi kehadiran SWICC, sebagai pusat layanan kanker terpadu di Bogor. Menurutnya, layanan tersebut memperluas akses pengobatan bagi masyarakat sekitar.

Pendiri SWICC, Suherman Widyatomo, mengatakan pusat layanan itu lahir dari kebutuhan masyarakat. Menurutnya, banyak pasien Bogor sebelumnya harus berobat ke Jakarta dengan biaya besar.

"Dengan adanya SWICC di Cibinong, masyarakat tidak perlu jauh-jauh berobat. Mudah-mudahan pasien kanker bisa mendapatkan terapi dan pelayanan terbaik di sini," kata Suherman.

Sementara itu, Direktur Pelayanan Medis Sentra Medika Hospital, Ronaningtyas Maharani, mengatakan kanker masih menjadi tantangan besar. Karena itu, kesadaran masyarakat terhadap deteksi dini harus terus ditingkatkan.

"Deteksi dini memungkinkan penanganan kanker dilakukan lebih cepat, sehingga peluang keberhasilan terapi menjadi lebih besar," ujarnya.

Disisi lain, Managing Director RS Sentra Medika, Meta, mengatakan SWICC menerapkan layanan multidisiplin. Penanganan disesuaikan dengan jenis kanker dan kondisi klinis setiap pasien.

Ketua Tim Bedah Onkologi SWICC, Dr. dr. M. Yadi Permana, menegaskan pesan Menkes sejalan dengan misi SWICC. Deteksi dini menjadi langkah utama meningkatkan keberhasilan pengobatan kanker.

"Yang paling penting adalah, deteksi dini melalui program cek kesehatan gratis. Kami juga siap menjadi rumah sakit rujukan, dan memberikan pelayanan terbaik bagi pasien kanker," katanya.

Selain simposium, SWICC menggelar 500 layanan skrining kanker gratis. Kegiatan edukasi juga dilakukan melalui seminar dan webinar tentang pencegahan serta deteksi dini kanker.

Ia berharap SWICC tidak hanya menjadi pusat layanan kanker yang unggul, tetapi menjadi pusat edukasi dan deteksi dini. Dimana pada akhirnya, semakin banyak pasien dapat ditangani sejak stadium awal.

SWICC merupakan pusat layanan kanker terpadu pertama, yang melayani wilayah Bogor Raya, Ciawi, Sukabumi, hingga Depok. Dengan konsep One Stop Cancer Care, layanan yang tersedia mencakup edukasi, skrining, diagnosis, hingga pendampingan pasien secara terintegrasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....