Kemenkes Ingatkan Gangguan Serius, Kenali Gejala Medis akibat Infeksi Hantavirus

  • 11 Mei 2026 15:37 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Kesehatan mengingatkan gejala hantavirus dapat menyebabkan gangguan serius pada sistem ginjal maupun pernapasan manusia.
  • Kasus hantavirus di Indonesia sejauh ini didominasi tipe HFRS dengan gejala demam, nyeri badan, hingga tubuh menguning.
  • Pemerintah mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri setelah mengalami gejala usai kontak dengan tikus atau hewan pengerat.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kasus Hantavirus yang ditemukan di sejumlah wilayah Indonesia membuat masyarakat mulai mewaspadai gejala penyakit tersebut. Kementerian Kesehatan mengingatkan infeksi hantavirus dapat menimbulkan gangguan kesehatan serius bila tidak ditangani cepat.

Hantavirus merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan melalui tikus dan hewan pengerat lain seperti celurut. Virus tersebut berasal dari genus Orthohantavirus yang menyerang sistem pernapasan maupun ginjal manusia.

Kementerian Kesehatan mencatat kasus Hantavirus ditemukan di Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, dan DIY. Pada pertengahan Juni 2025, pemerintah melaporkan delapan kasus terkonfirmasi virus Hanta tipe HFRS.

Seluruh pasien dalam kasus tersebut dilaporkan telah sembuh setelah menjalani penanganan medis di fasilitas kesehatan. Gejala yang dialami pasien antara lain demam, nyeri badan, hingga kondisi tubuh menguning.

Mengutip laman Kementerian Kesehatan, penyakit hantavirus memiliki dua bentuk gejala klinis utama berbeda. Kedua tipe tersebut adalah Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome atau HFRS dan Hantavirus Pulmonary Syndrome.

Berikut gejala hantavirus berdasarkan tipe penyakitnya:

Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS)

Tipe ini paling banyak ditemukan di wilayah Asia dan Eropa termasuk Indonesia saat ini. Masa inkubasi penyakit berkisar satu hingga dua minggu setelah terpapar virus.

Gejala HFRS meliputi:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Nyeri badan
  • Malaise atau tubuh terasa lemas
  • Ikterik atau kondisi tubuh menguning

Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS)

Tipe HPS umumnya ditemukan di kawasan Benua Amerika dengan tingkat kematian lebih tinggi dibandingkan HFRS. Masa inkubasinya berkisar 14 hingga 17 hari setelah paparan virus terjadi.

Gejala HPS meliputi:

  • Demam
  • Nyeri badan
  • Malaise atau tubuh lemas
  • Batuk
  • Sesak napas

Kementerian Kesehatan menyebut kasus hantavirus di Indonesia sejauh ini hanya menunjukkan manifestasi klinis tipe HFRS. Pemerintah juga mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri bila mengalami gejala setelah kontak dengan tikus.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....