IDAI Ingatkan Bahaya Hantavirus dari Tikus

  • 09 Mei 2026 11:57 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan masyarakat mewaspadai Hanta Virus karena gejalanya dapat bersembunyi hingga dua bulan dalam tubuh sebelum muncul kembali.

RRI.CO.ID, Jakarta - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan masyarakat mewaspadai Hantavirus karena gejalanya dapat bersembunyi hingga dua bulan dalam tubuh sebelum muncul kembali. Kondisi ini membuat penularan sulit dilacak sehingga kewaspadaan terhadap paparan tikus perlu ditingkatkan oleh seluruh masyarakat secara luas.

Anggota UKK Infeksi dan Penyakit Tropis IDAI, Prof Dominicus Husada, menyebut masa inkubasi panjang menyulitkan pelacakan penularan. Kondisi itu membuat sumber infeksi sulit diidentifikasi cepat secara akurat.

“Yang menyulitkan, gejala itu bisa muncul sampai dua bulan setelah kontak dengan tikusnya. Bisa juga kalau penularan orang ke orang, bisa selama itu baru keluar gejala,” kata Prof Dominicus Husada dalam keterangan pers di Jakarta, Sabtu, 9 Mei 2026.

Menurut Dominicus, pada fase awal infeksi, penderita umumnya hanya mengalami gejala ringan yang kerap dianggap sebagai selesma biasa. Seperti demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, dan tubuh terasa sangat lemas. Kondisi ini membuat infeksi Hantavirus kerap luput dikenali sejak dini.

“Tidak ada yang spesifik di awal. Tidak ada perdarahan atau tanda khusus. Hal itu baru muncul di fase akhir. Di mana kondisi bisa memburuk dengan sangat cepat,” ucapnya.

IDAI pun meminta masyarakat tidak sembarangan membersihkan kotoran maupun urine tikus. Khususnya dalam kondisi kering, karena partikel virus berisiko beterbangan di udara dan terhirup melalui saluran pernapasan.

“Membersihkan kotoran dan kencing tikus itu bukan disapu dan sangat disarankan menggunakan disinfektan agar partikelnya tidak terbang dan terhirup. Cara terbaik memang memastikan rumah benar-benar bebas dari hewan pengerat tersebut,” kata Dominicus menutup

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....