Mengenal Hantavirus yang Diduga Sebabkan Kematian di Kapal Pesiar
- 07 Mei 2026 14:52 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Hantavirus diduga menjadi penyebab kematian tiga penumpang kapal pesiar MV Hondius dan berasal dari hewan pengerat seperti tikus yang dapat menularkan virus ke manusia.
- Virus ini umumnya menyebar melalui urin, kotoran, atau air liur hewan pengerat terinfeksi dan memiliki dua jenis utama yang dapat menyebabkan gangguan ginjal maupun sindrom paru serius.
- WHO masih menyelidiki sumber wabah di kapal, sementara para ahli menilai penularan antar manusia sangat jarang terjadi meski beberapa jenis hantavirus memiliki tingkat kematian tinggi.
RRI.CO.ID, Jakarta — Hantavirus diduga menjadi penyebab kematian tiga penumpang kapal pesiar MV Hondius yang berlayar antara Argentina dan Tanjung Verde. Hantavirus berasal dari hewan pengerat dan dapat menular ke manusia, melansir dari WHO, Kamis, 7 Mei 2026.
Para ahli menyebut terdapat sedikitnya 38 spesies hantavirus di dunia, dengan 24 di antaranya diketahui dapat menyebabkan penyakit pada manusia. Tikus dan hewan pengerat lainnya menjadi reservoir alami virus tersebut.
Infeksi hantavirus tergolong sangat jarang terjadi pada manusia dan kerap salah didiagnosis sebagai penyakit lain. Virus menyebar melalui kontak dengan urin, kotoran, atau air liur hewan pengerat yang terinfeksi, termasuk gigitan maupun cakaran.
Pekerja di lingkungan pertanian disebut memiliki risiko lebih tinggi terpapar virus karena lebih sering bersentuhan dengan hewan pengerat. Meski demikian, para ahli menegaskan hantavirus umumnya tidak mudah menular antar manusia seperti flu atau Covid-19.
Secara umum, terdapat dua kelompok utama hantavirus, yaitu hantavirus dunia lama dan dunia baru. Hantavirus dunia lama ditemukan di Eropa dan Asia dan dapat menyebabkan gangguan ginjal pada manusia.
Gejala dari Hantavirus dunia lama seperti demam, sakit kepala hebat, serta nyeri tubuh. Sementara itu, hantavirus dunia baru ditemukan di kawasan Amerika dan dapat menyebabkan sindrom paru yang berkembang cepat hingga gagal napas.
Gejala awal penyakit ini sering menyerupai flu, seperti demam, kelelahan, dan nyeri otot sehingga membuat diagnosis dini menjadi sulit dilakukan. WHO saat ini masih menyelidiki penyebab wabah di kapal MV Hondius.
Para ahli menduga wabah mungkin berasal dari kontaminasi hewan pengerat di kapal. Selain itu, para ahli juga memperkirakan paparan virus saat penumpang melakukan aktivitas di daratan sebelum perjalanan dimulai.
Meski ada kemungkinan penularan antar manusia, para ahli menilai hal tersebut sangat jarang terjadi. Masa inkubasi hantavirus sendiri dapat berlangsung antara satu hingga delapan minggu, sehingga pelacakan sumber penularan menjadi lebih rumit.
Hantavirus tertentu diketahui memiliki tingkat kematian tinggi, bahkan dapat mencapai sekitar 40 persen pada kasus sindrom paru hantavirus. Hingga kini belum tersedia obat antivirus khusus yang benar-benar efektif, sehingga penanganan pasien lebih difokuskan pada perawatan suportif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....