WHO Pastikan Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Bukan Pandemi Baru

  • 08 Mei 2026 16:02 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • WHO melaporkan wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius yang telah menyebabkan tiga kematian dan beberapa kasus sakit, dengan total delapan kasus yang terdeteksi.
  • Virus yang terlibat adalah Andes hantavirus yang langka, ditularkan melalui hewan pengerat, dengan risiko penularan antarmanusia yang dinilai rendah dan bukan merupakan COVID-19 atau pandemi baru.
  • Respons internasional dilakukan melalui koordinasi WHO dan berbagai negara, termasuk pelacakan penumpang, isolasi, dan pemantauan untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.

RRI.CO.ID, Jenewa — WHO melaporkan wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius telah menewaskan tiga orang dan menyebabkan beberapa penumpang lainnya jatuh sakit. Kasus ini kemudian memicu respons kesehatan internasional yang melibatkan berbagai negara di Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.

Virus ini diketahui ditularkan melalui hewan pengerat, terutama melalui urin, air liur, atau kotoran hewan yang terinfeksi. WHO menegaskan bahwa risiko penularan ke manusia secara umum tergolong rendah dan biasanya membutuhkan kontak dekat dalam waktu lama.

Melansir dari UN News, WHO juga menekankan bahwa kasus ini bukan COVID-19 dan bukan awal dari pandemi baru. Inggris menjadi pihak pertama yang melaporkan kejadian tersebut kepada WHO berdasarkan International Health Regulations (IHR).

Hingga kini, tercatat delapan kasus, lima kasus telah dikonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium dan tiga kasus lainnya masih terduga. Strain yang terdeteksi adalah Andes hantavirus yang tergolong langka.

Kasus pertama dilaporkan muncul pada Rabu, 6 April 2026 dan berujung pada kematian di atas kapal. Istri pasien tersebut juga meninggal setelah dievakuasi ke Afrika Selatan dan satu penumpang lain meninggal pada 2 Mei.

Sementara itu, seorang pasien masih dirawat intensif di Afrika Selatan namun kondisinya mulai membaik. Penumpang lainnya telah dipindahkan ke Belanda untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

WHO menyebut tidak ada penumpang atau kru yang tersisa di kapal yang menunjukkan gejala. Spanyol juga telah mengizinkan kapal tersebut berlabuh di Kepulauan Canary setelah sebelumnya permintaan serupa ditolak Cabo Verde.

WHO bersama sejumlah negara terkait terus melakukan koordinasi penanganan. Koordinasi tersebut termasuk mengarahkan penumpang untuk tetap berada di kabin selama proses disinfeksi berlangsung.

Otoritas kesehatan juga melakukan pelacakan terhadap penumpang yang telah turun dari kapal agar segera memeriksakan diri jika mengalami gejala. WHO menegaskan bahwa meski situasi ini serius, penyebaran dapat dikendalikan melalui langkah-langkah yang tepat seperti isolasi dan pemantauan.

WHO juga mengingatkan bahwa masa inkubasi hantavirus Andes dapat mencapai enam minggu sehingga kemungkinan munculnya kasus tambahan masih ada. WHO menekankan bahwa solidaritas internasional menjadi kunci utama dalam menghadapi wabah ini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....