Sering Diabaikan, Stres ternyata Bisa Sebabkan Penyakit Ini
- 02 Mei 2026 12:04 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Stres berkepanjangan dapat memicu berbagai penyakit serius hingga meningkatkan risiko kematian dini.
- Dampak stres tidak hanya pada mental, tetapi juga memengaruhi kesehatan fisik secara signifikan.
- Penting mengenali tanda stres dan segera mencari bantuan jika tidak mampu mengatasinya sendiri.
- Pengelolaan stres dapat dilakukan melalui olahraga, meditasi, pola makan sehat, dan dukungan sosial.
RRI.CO.ID, Jakarta - Stres merupakan kondisi wajar yang dialami seseorang, namun tidak boleh dibiarkan berlarut karena berdampak buruk bagi kesehatan. Kondisi ini dapat memicu sakit kepala, suasana hati tidak stabil, hingga gangguan tidur yang mengganggu aktivitas harian.
Jika tidak ditangani, stres berkepanjangan dapat melemahkan sistem imun sehingga tubuh lebih rentan terhadap berbagai penyakit. Karena itu, lakukan cara meredakan stres seperti menjalani hobi, beribadah, atau berbagi cerita dengan orang terpercaya.
Melansir dari berbagai sumber. Berikut penyakit akibat stres berkepanjangan.
1. Depresi
Stres kronis tidak hanya memperburuk kesehatan, tetapi juga dapat mendorong penderitanya jatuh ke kondisi depresi serius. Pada fase ini, seseorang lebih rentan melakukan tindakan agresif atau berisiko seperti penyalahgunaan obat, menyakiti diri, bahkan percobaan pembunuhan.
2. Penyakit Jantung
Banyak cara stres memicu risiko penyakit jantung, penyebab kematian tertinggi di dunia, melalui peningkatan denyut jantung dan lemak. Stres juga mempengaruhi tekanan darah hingga menyebabkan hipertensi yang berujung pada serangan jantung atau stroke jika tidak ditangani.
3. Gangguan Tidur
Stres memenuhi otak dengan beban pikiran dan emosi sehingga memicu gangguan tidur seperti insomnia pada seseorang yang cukup. Jika kondisi ini dibiarkan lama, dampaknya dapat meningkatkan tekanan darah serta berpotensi memperpendek usia seseorang secara signifikan lebih.
4. Gangguan Pencernaan
Perhatikan bagaimana perubahan emosi sering memicu reaksi pada perut karena lambung dan usus terhubung langsung ke otak kita. Itulah sebabnya saat stres kerap muncul gangguan pencernaan seperti maag GERD hingga sindrom iritasi usus IBS yang sering.
| Baca juga: Tips Unik Kelola Stres ala John Herdman |
5. Diabetes
Stres bisa memicu diabetes dengan dua mekanisme utama, yaitu memperburuk pola makan serta kebiasaan hidup sehari-hari seseorang yang. Selain itu, stres mengganggu fungsi pankreas sehingga produksi hormon insulin sebagai pengatur kadar gula darah menjadi tidak optimal.
Melihat risiko penyakit akibat stres, wajar jika kondisi ini berkaitan dengan kematian dini sehingga perlu ditangani serius. Kelola stres melalui olahraga, meditasi, pola makan sehat, serta dukungan sosial agar kesehatan fisik dan mental tetap terjaga. (Agnes Claudia Ohoira)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....