BMKG Ingatkan Kemarau Lebih Cepat, Ini Risiko Kesehatan yang Dapat Muncul

  • 19 Apr 2026 06:12 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Prediksi BMKG: kemarau 2026 lebih cepat picu risiko kesehatan serius.
  • El Nino tingkatkan ancaman dehidrasi, ISPA, hingga heatstroke.
  • Kualitas udara dan air memburuk saat kemarau, risiko penyakit meningkat.

RRI.CO.ID, Jakarta - Prediksi musim kemarau 2026 yang datang lebih cepat menurut BMKG meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kesehatan masyarakat. Kondisi ini dipicu potensi penguatan fenomena El Nino yang membuat cuaca lebih kering dan panas.

BMKG menyebut kemarau tahun ini berpotensi lebih panjang dan intens dibandingkan tahun sebelumnya. Dampaknya tidak hanya terasa pada lingkungan, tetapi juga langsung memengaruhi kondisi kesehatan masyarakat luas.

Kondisi panas ekstrem dapat memicu gangguan serius pada tubuh, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan pekerja luar ruang. Berikut berbagai risiko kesehatan yang mungkin ditemui saat musim kemarau dikutip dari laman Kementerian Kesehatan:

1. Dehidrasi dan heatstroke

Paparan suhu tinggi dapat menyebabkan tubuh kehilangan cairan secara cepat dan memicu dehidrasi berat. Jika tidak ditangani, kondisi ini bisa berkembang menjadi heatstroke yang berisiko fatal bagi kesehatan.

2. Gangguan pernapasan akibat udara kering

Udara kering saat kemarau membawa lebih banyak debu dan polutan berbahaya bagi saluran pernapasan. Kondisi ini meningkatkan risiko infeksi seperti ISPA terutama pada masyarakat di wilayah padat aktivitas.

3. Penyakit akibat kualitas air menurun

Ketersediaan air bersih yang berkurang saat kemarau berpotensi menurunkan kualitas sanitasi masyarakat. Hal ini dapat memicu penyakit seperti diare dan tipus yang berkaitan dengan kebersihan air.

4. Peningkatan risiko penyakit akibat nyamuk

Meski identik dengan hujan, nyamuk penyebab DBD juga dapat berkembang saat suhu panas meningkat. Perubahan siklus hidup nyamuk membuat potensi penularan penyakit tetap perlu diwaspadai selama kemarau.

Selain itu, risiko kebakaran hutan dan lahan juga dapat memperburuk kualitas udara. Asap dan partikel debu halus dapat memperparah gangguan kesehatan, terutama pada penderita penyakit paru.

Dengan berbagai risiko tersebut, masyarakat diimbau lebih waspada terhadap kondisi kesehatan selama musim kemarau. Pemahaman terhadap potensi bahaya menjadi langkah awal untuk mencegah dampak yang lebih serius.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....