Kemenkes Ingatkan Dampak El Nino terhadap Kesehatan
- 13 Apr 2026 11:28 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Kesehatan mengingatkan masyarakat mewaspadai dampak fenomena El Nino yang berpotensi meningkatkan polusi udara serta risiko penyakit
- Fenomena El Nino dinilai dapat memicu gangguan kesehatan, terutama penyakit pernapasan dan penyakit menular di masyarakat.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kesehatan mengingatkan masyarakat mewaspadai dampak fenomena El Nino yang berpotensi meningkatkan polusi udara serta risiko penyakit. Fenomena iklim tersebut dinilai dapat memicu gangguan kesehatan, terutama penyakit pernapasan dan penyakit menular di masyarakat.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Kemenkes, Aji Muhawarman menyebut fenomena El Nino berdampak pada kesehatan masyarakat. Menurutnya, curah hujan rendah menyebabkan proses rain washing berkurang sehingga polutan udara lebih mudah terakumulasi di atmosfer.
“Fenomena El Nino yang memicu kemarau panjang menyebabkan polutan udara tidak tersapu hujan dan cenderung terakumulasi. Akibatnya kualitas udara memburuk dan berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan pada masyarakat, khususnya penyakit pernapasan,” kata Aji Muhawarman saat dikonfirmasi awak media di Jakarta, Senin, 13 April 2026.
Ia menambahkan kondisi udara stagnan, lapisan inversi, serta angin yang lemah juga memperparah kualitas udara. Risiko tersebut bahkan meningkat apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan yang memicu kabut asap.
“Perubahan suhu dan lingkungan juga berpotensi meningkatkan penyakit tular vektor. Seperti Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Malaria,” ucap Aji.
Aji menyebut kekeringan dapat memperburuk kualitas air dan sanitasi sehingga meningkatkan risiko penyakit seperti diare, tifoid, kolera, leptospirosis. Karena itu, Kemenkes mengimbau masyarakat memeriksa kualitas udara dan mengurangi aktivitas luar ruangan saat polusi tinggi.
“Kami juga mengimbau masyarakat menggunakan masker saat kualitas udara buruk serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Langka ini dilakukan agar daya tahan tubuh tetap terjaga,” kata Aji.
Sementara, fenomena El Nino Godzilla menjadi perhatian serius para pengamat lingkungan karena dinilai membawa dampak besar terhadap kondisi cuaca, baik di tingkat regional maupun global. Fenomena ini merupakan fase El Nino dengan intesotas ekstrem yang ditandai oleh peningkatan suhu secara signifikan, melampaui kondisi normal. Jum’at, 10 April 2026.
Pengamat Lingkungan, Akbar Rahman, menjelaskan bahwa indikator utama fenomena tersebut dapat dilihat dari kenaikan suhu permukaan laut di Samudera Pasifik bagian timur. Ia menyebutkan, suhu rata-rata di wilayah itu dapat meningkat sekitar 2 hingga 5 derajat Celcius dibandingkan kondisi normal.
“Kenaikan suhu tersebut menyebabkan dampak panas yang lebih luas, sistematis, dan menjangkau banyak kawasan. Kondisi ini membuat cuaca regional hingga global mengalami perubahan signifikan, terutama terkait meningkatnya suhu udara di berbagai wilayah,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....