BMKG Deteksi 30 Titik Panas di Bengkulu: Waspada Ancaman Karhutla

  • 13 Apr 2026 19:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BMKG mendeteksi 30 titik panas di sejumlah wilayah Bengkulu yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
  • BMKG mengimbau masyarakat Bengkulu meningkatkan kewaspadaan.

RRI.CO.ID, Kota Bengkulu - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat Bengkulu meningkatkan kewaspadaan. Hal ini setelah BMKG mendeteksi 30 titik panas di sejumlah wilayah Bengkulu yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Fatmawati Soekarno Bengkulu Tri Widiarto mengatakan kondisi cuaca panas dan kering membuat lahan gambut sangat mudah terbakar. Ia menegaskan masyarakat, khususnya petani, harus menghindari pembakaran saat membuka lahan.

“Kami sangat mengimbau masyarakat untuk mutlak menghindari pembakaran saat pembukaan lahan. Khususnya petani,” ujar Tri di Kota Bengkulu, Senin 13 April 2026.

Menurutnya, suhu tinggi dan minimnya curah hujan selama sepekan terakhir menjadi pemicu utama munculnya hotspot. Terutama di kawasan perkebunan kering dan hutan produksi.

Berdasarkan citra satelit, titik panas terkonsentrasi di wilayah utara Bengkulu, yakni di Kabupaten Mukomuko dan Kabupaten Bengkulu Utara masing-masing mencatat 12 titik panas. Sementara itu, di Kabupaten Kaur, Kabupaten Lebong, dan Kabupaten Seluma masing-masing terdeteksi dua titik panas.

Tri menegaskan kemunculan hotspot merupakan alarm dini bagi seluruh pihak. Khususnya, pemilik lahan perkebunan sawit.

Ia mengingatkan agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membakar sampah di ruang terbuka. Serta tidak membuang puntung rokok sembarangan di area vegetasi kering.

“Pencegahan sangat penting untuk mengurangi risiko kebakaran. Dampak karhutla tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat akibat kabut asap,” katanya.

BMKG saat ini terus berkoordinasi dengan BPBD dan instansi terkait untuk memantau pergerakan titik panas secara real-time. Guna mencegah potensi api meluas menjadi kebakaran besar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....