Perlu Diketahui Orang Tua, Ini Tanda-Tanda Tekanan Mental pada Anak

  • 21 Feb 2026 12:24 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta – Kesehatan mental anak menjadi bagian penting dalam proses tumbuh kembang yang kerap luput dari perhatian. Padahal, kondisi psikologis yang stabil mendukung perkembangan emosi, sosial, dan kemampuan berpikir anak secara optimal.

Sebaliknya, gangguan mental yang tidak terdeteksi sejak dini dapat berdampak panjang terhadap kualitas hidup anak. Karena itu, orang tua perlu memahami berbagai sinyal awal yang muncul dalam keseharian.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat sebanyak 115 kasus anak mengakhiri hidupnya sepanjang tahun 2023 hingga 2025. Rentang usia para korban tercatat mulai dari jenjang sekolah dasar hingga Sekolah menengah Atas (SMA) di berbagai daerah.

Data tersebut tentulah menjadi alarm serius bagi keluarga dan lingkungan sekitar anak di seluruh Indonesia. Tekanan ekonomi, perundungan, hingga persoalan psikologis disebut menjadi faktor pemicu yang beragam.

Berikut sejumlah tanda tekanan kesehatan mental pada anak yang perlu dicermati secara saksama oleh orang tua melansir Charitas Hospital:

• Perubahan perilaku secara tiba-tiba

Perubahan perilaku yang terjadi secara signifikan dalam waktu relatif singkat dapat menjadi tanda adanya tekanan mental. Anak yang biasanya ceria bisa mendadak menjadi sangat tertutup dan enggan berinteraksi.

Sebaliknya, anak yang cenderung pendiam dapat tiba-tiba menunjukkan sikap agresif atau mudah marah. Jika kondisi tersebut berlangsung lama tanpa alasan jelas, orang tua perlu memberi perhatian serius.

• Sulit mengelola stres dan kekecewaan

Reaksi berlebihan terhadap masalah kecil, seperti menangis terus-menerus atau mudah marah tanpa alasan yang jelas. Kondisi ini bisa mengarah pada kecemasan maupun gejala depresi.

• Gangguan pola tidur

Gangguan tidur menjadi salah satu tanda umum adanya masalah kesehatan mental pada anak. Anak dapat mengalami kesulitan tidur, sering terbangun karena rasa takut, atau tetap merasa lelah meski waktu istirahat cukup.

Sebaliknya, tidur berlebihan dan sulit bangun pagi juga dapat mengarah pada gejala depresi. Dengan pola tidur yang tidak teratur kerap memengaruhi suasana hati dan kemampuan anak menjalani aktivitas harian.

• Perubahan nafsu makan

Perubahan nafsu makan juga dapat mencerminkan kondisi kesehatan mental anak. Anak yang merasa cemas atau tertekan bisa kehilangan selera makan secara drastis.

Namun, sebagian lainnya justru makan berlebihan sebagai pelampiasan emosi yang tidak tersalurkan. Jadi penurunan atau kenaikan berat badan yang tidak wajar perlu menjadi perhatian orang tua.

• Kesulitan berinteraksi dengan teman sebaya

Kesulitan berinteraksi dengan teman sebaya dapat menjadi sinyal tekanan mental pada anak. Anak mungkin mulai menarik diri dari pergaulan dan enggan terlibat dalam aktivitas bersama.

Sebagian anak juga tampak takut bertemu orang baru atau justru menunjukkan sikap agresif. Kondisi tersebut dapat mengindikasikan gangguan kecemasan atau masalah dalam mengelola emosi.

• Menyendiri dan kehilangan minat

Menyendiri dan kehilangan minat dapat menjadi tanda anak sedang mengalami tekanan emosional. Anak yang sebelumnya aktif bisa tiba-tiba tidak tertarik pada hobi atau kegiatan yang biasanya disukai.

• Perubahan emosi yang ekstrem

Perubahan emosional yang ekstrem perlu menjadi perhatian orang tua dalam keseharian anak. Emosi anak memang dapat naik turun seiring proses pertumbuhan dan perkembangan.

Namun, perubahan suasana hati yang sangat tajam dan berlangsung terus-menerus patut diwaspadai. Kondisi tersebut bisa mengarah pada gangguan suasana hati seperti depresi atau gangguan bipolar.

• Keluhan fisik tanpa sebab medis jelas

Keluhan fisik tanpa sebab medis jelas juga dapat menjadi cara anak mengekspresikan tekanan batin. Anak mungkin sering mengeluh sakit perut, sakit kepala, atau merasa lelah tanpa diagnosis medis tertentu.

Gejala tersebut kerap muncul ketika anak mengalami kecemasan atau stres berkepanjangan. Karena itu, orang tua perlu memperhatikan hubungan antara kondisi fisik dan keadaan emosional anak.

• Perilaku melukai diri sendiri

Tindakan menyakiti diri merupakan sinyal bahaya serius. Perilaku ini sering kali terjadi pada anak-anak yang merasa tidak mampu mengatasi perasaan atau stres yang mereka alami.

Jika anak menunjukkan perilaku tersebut, orang tua sebaiknya tidak menunda mencari bantuan. Dukungan dari profesional kesehatan mental diperlukan untuk penanganan yang tepat dan aman.

• Perasaan tidak berharga atau rasa bersalah berlebihan

Perasaan tidak berharga atau rasa bersalah berlebihan dapat menjadi tanda depresi pada anak. Anak mungkin menyalahkan diri sendiri atas hal yang sebenarnya bukan tanggung jawabnya.

Selain itu, mereka juga bisa terus-menerus merasa rendah diri dan menganggap dirinya tidak berguna. Jika kondisi ini berlangsung lama, ini tanda anak membutuhkan dukungan emosional dan perhatian serius dari orang tua.

Itulah sejumlah tanda gangguan kesehatan mental pada anak yang perlu diketahui orang tua dan lingkungan sekitar. Untuk mencegah kondisi semakin memburuk, tanda-tanda tersebut tidak boleh diabaikan begitu saja.

Orang tua dapat melakukan beberapa langkah pencegahan dan penanganan sejak dini, antara lain:

1. Berbicara secara terbuka dengan anak

Bangun komunikasi yang hangat dan penuh empati mengenai perasaan mereka. Dengarkan cerita anak tanpa menghakimi agar mereka merasa aman untuk terbuka.

2. Mencari bantuan profesional

Jika gejala berlangsung lama atau semakin berat, konsultasikan kepada psikolog atau psikiater anak. Penanganan yang tepat membantu anak mendapatkan dukungan sesuai kebutuhannya.

3. Menciptakan lingkungan yang mendukung

Pastikan suasana rumah terasa aman, nyaman, dan penuh kasih sayang. Lingkungan yang positif dapat membantu anak lebih stabil secara emosional.

4. Mendorong aktivitas positif

Ajak anak terlibat dalam kegiatan fisik maupun sosial yang menyenangkan. Aktivitas tersebut dinilai dapat membantu meredakan stres dan memperbaiki suasana hati.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....