Perwakilan Dokter Internship Tekankan PIDI Harus Lindungi Peserta dan Pasien

  • 07 Agt 2026 23:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Perwakilan Dokter Internship Indonesia menegaskan Program Internship Dokter Indonesia perlu dipertahankan sebagai proses pembelajaran yang aman dan berkualitas
  • Pengalaman peserta internship masih beragam, mulai dari pendampingan memadai hingga kendala memperoleh hak dan tingginya beban pelayanan.
  • Kementerian Kesehatan diapresiasi atas penerbitan KMK terbaru, namun implementasinya di seluruh wahana dinilai masih perlu terus dikawal

RRI.CO.ID, Jakarta - Perwakilan Dokter Internship Indonesia Atika Salsabila mengatakan Program Internship Dokter Indonesia (PIDI) perlu dikembalikan sebagai proses pembelajaran yang aman bagi peserta. Menurutnya, tujuan akhir program harus menghasilkan dokter kompeten tanpa mengorbankan keselamatan peserta maupun pasien.

“Program internship tidak dihapus tetapi mengembalikan fungsi internship sebagai proses pembelajaran yang aman. Tujuan akhirnya adalah menghasilkan dokter yang kompeten tanpa mengorbankan keselamatan peserta maupun pasien,” kata Atika saat memberikan paparan dalam ‘Sarasehan Kemerdekaan FKUI’ di Aula FKUI Salemba, Jakarta, Jumat, 7 Agustus 2026.

Atika mengatakan pengalaman peserta selama menjalani program internship tidak selalu sama di setiap wahana pelayanan kesehatan. Sebagian peserta memperoleh pendampingan memadai, sedangkan peserta lainnya menghadapi pendampingan minim, kesulitan memperoleh hak, serta beban pelayanan tinggi.

Ia menilai pengalaman tersebut perlu menjadi perhatian bersama untuk menentukan apakah persoalan yang terjadi merupakan kasus tersendiri atau pola nasional. Karena itu, peserta internship membentuk Asosiasi PIDI-PIDGI untuk menghimpun aspirasi serta mendorong perbaikan program.

Ia mengapresiasi respons Kementerian Kesehatan yang telah menerbitkan Keputusan Menteri Kesehatan terbaru terkait Program Internship Dokter Indonesia. Meski demikian, Atika menilai penerapan kebijakan tersebut di seluruh wahana masih perlu terus dikawal dan dipastikan.

“Kami mengapresiasi responsivitas Kemenkes dengan penerbitan KMK terbaru, terdapat perubahan yang cukup signifikan terkait peraturan dan kebijakan. Akan tetapi terkait apakah peraturan ini sudah diaplikasikan oleh seluruh wahana, itu terus perlu terus dikawal dan dipastikan lebih lanjut,” ujarnya.

Atika menegaskan Program Internship Dokter Indonesia tidak perlu dihapus, melainkan dikembalikan sebagai proses pembelajaran yang aman dan berkualitas. Menurutnya, peserta harus bekerja sesuai kompetensi dengan pendampingan memadai, perlindungan hukum, keselamatan, serta kesejahteraan yang terjamin.

Sementara itu, Direktur Pendayagunaan SDM Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Jeffri Ardiyanto menekankan pentingnya penguatan komunikasi dalam Program Internship Dokter Indonesia (PIDI). Menurutnya, pembenahan tersebut harus dilakukan sebelum pemerintah kembali mengkaji tujuan, pelaksanaan, dan pengembangan program secara menyeluruh.

“Sebetulnya salah satu yang perlu kita perbaiki ini yang pertama adalah masalah komunikasi, masalah keterbukaan, masalah koordinasi. Sebelum kita menelaah kembali, mengkaji kembali terkait dengan program ini,” ujarnya.

Ia menilai keterbukaan mengenai kondisi peserta juga masih menjadi kendala karena beberapa informasi tidak disampaikan kepada kementerian sejak awal. Jeffri mengatakan komunikasi yang baik antara fakultas, peserta, orang tua, dan kementerian sangat penting mendukung pelaksanaan program.

Jeffri menegaskan komunikasi perlu diperkuat antara peserta, pendamping, Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) provinsi serta pusat selama pelaksanaan program internship. Menurutnya, Kementerian Kesehatan terbuka terhadap setiap masukan dan komplain sebagai bagian dari upaya memperbaiki Program Internship Dokter Indonesia.

“Kita terbuka terhadap komplain, kita tindaklanjuti, dan alhamdulillah selama ini juga presisi meskipun mungkin tidak semuanya kita bisa penuhi. Tapi setidaknya ini adalah komunikasi yang perlu kita tingkatkan dari anak-anak, kemudian dari pendamping, kemudian juga dari KKI,” kata Jeffri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....