Menekraf Apresiasi Kolaborasi Swasta dalam Program CKG

  • 11 Feb 2026 10:58 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya mengapresiasi kolaborasi sektor swasta dalam mendukung program kesehatan nasional, yaitu Cek Kesehatan Gratis (CKG). Riefky menegaskan bahwa kegiatan pemeriksaan ini merupakan implementasi nyata dari amanat Undang-Undang Dasar 1945.

Program ini menjadi upaya negara untuk menjamin hak setiap warga dalam mendapatkan akses layanan medis. Pemerintah berkomitmen penuh untuk menciptakan masyarakat yang lebih sehat melalui deteksi dini berbagai penyakit.

“Alhamdulillah, sejak dimulai pada 10 Februari 2025, program ini telah berjalan hingga hari ini. Beberapa hari lalu, sebanyak 70 juta orang tercatat telah melakukan cek kesehatan gratis,” ujar Riefky di Kantor Gojek Kemang Timur, Jakarta, Rabu, 11 Februari 2026.

Pemerintah optimis cakupan pemeriksaan kesehatan tahun ini akan menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat luas. Layanan ini diberikan secara gratis dan dapat dimanfaatkan oleh setiap individu sebanyak satu kali setahun.

Pola pelaksanaan program kini jauh lebih fleksibel karena warga tidak perlu menunggu hari ulang tahun. Inovasi baru memungkinkan proses pengecekan medis dilakukan kapan saja sesuai dengan kesiapan waktu para penduduk.

“Target program ini pada tahun ini mencapai 136 juta orang. Pemerintah menargetkan capaian tersebut dapat terealisasi,” kata Riefky.

Petugas medis dari Puskesmas kini menerapkan sistem jemput bola guna mendekati komunitas masyarakat secara langsung. Penanganan di tingkat komunitas dianggap efektif dalam mempercepat penyebaran akses layanan kesehatan bagi rakyat.

Langkah ini membuktikan bahwa negara terus hadir untuk menjaga kondisi fisik para pekerja sektor informal. Pengemudi ojek daring menjadi salah satu prioritas karena beban kerja fisik mereka yang sangat tinggi.

“Jika sebelumnya masyarakat harus datang ke puskesmas. Saat ini, tim puskesmas justru melakukan jemput bola,” ucap Riefky.

Proses pemeriksaan berlangsung sangat singkat dan hanya memakan waktu sekitar 15 hingga 20 menit. Para petugas kesehatan memberikan edukasi mendalam mengenai hasil evaluasi kesehatan atau rapor medis dari setiap peserta.

Warga yang memiliki indikasi penyakit dasar akan mendapatkan obat gratis untuk kebutuhan selama 15 hari. Jika kondisi kesehatan memerlukan penanganan serius maka pasien akan segera dirujuk menggunakan fasilitas kartu BPJS.

“Jadi saya berbincang dengan rekan-rekan Ojol dan alhamdulillah prosesnya tidak terlalu lama. Kegiatan tersebut juga tidak banyak memakan jam kerja,” ujar Riefky.

Staf Ahli Menteri Kesehatan Indah Febrianti menyatakan inovasi jemput bola bertujuan memperkuat keterlibatan komunitas lokal. Indah berharap kemudahan akses ini dapat meningkatkan derajat kesehatan seluruh rakyat Indonesia secara merata.

Layanan kesehatan yang semakin dekat dengan pemukiman akan memudahkan deteksi dini terhadap risiko penyakit kronis. Sinergi antara kementerian dan instansi terkait menjadi kunci keberhasilan perluasan cakupan program kesehatan ini.

Kemudian juga dengan jemput bola, dengan memperdayakan dari komunitas-komunitas. Jadi kita harap tentu semakin baik nanti cakupan dari pelaksanaan CKG ini,” ujar Indah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....