Migrain Bukan Sakit Kepala Biasa, Yuk Pahami Gejalanya
- 30 Jan 2026 10:39 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Kota Bekasi- Dokter Spesialis Saraf Eka Hospital Bekasi, Novrialdi Kesuma Putra, mengajak masyarakat memahami gejala dan penyebab migrain. Pasalnya hal tersebut berguna pada saat seseorang terserang migran.
Menurutnya, migran adalah salah satu jenis sakit kepala yang terasa seperti berdenyut, dan umumnya terjadi di salah satu sisi kepala saja. Umumnya, orang yang mengalami sakit kepala migrain cenderung lebih sensitif terhadap cahaya dan suara.
"Dibandingkan sakit kepala biasa, migrain cenderung lebih melemahkan. Migrain sendiri biasanya dapat hilang dalam waktu 4 jam, meski dalam beberapa kasus bisa bertahan berhari-hari," katanya, dalam keterangan pers yang diterima wartawan, Jumat, 30 Januari 2026.
Ia mengatakan, migrain juga memiliki perbedaan dari sakit kepala biasa. Perbedaan itu ada pada lokasi nyeri, tipe nyeri, intensitas nyeri, durasi nyeri dan pemicunya.
"Sakit kepala adalah kondisi ketika kepala Anda terasa berat, tertekan, dan sakit sementara migrain adalah salah satu bentuk sakit kepala. Migrain dipisahkan dari sakit kepala karena intensitas nyerinya yang cenderung lebih hebat," katanya.
Sementara itu, ia juga menyebutkan bahwa ada dua jenis migran yang umum terjadi. Yaitu migrain aura dan migrain tanpa aura.
Aura sendiri adalah sebuah sensasi yang muncul sekitar 10-30 menit. Yakni sebelum serangan migrain datang.
Pada tahap ini aura akan muncul beberapa menit atau 1 jam menjelang serangan migrain datang. Biasanya berupa gangguan visual.
Orang dengan migrain aura akan mengalami gejala antara lain, gangguan penglihatan, seperti melihat bentuk objek, titik atau garis terang, hingga pendar cahaya. Kemudian kehilangan penglihatan sementara, kesemutan di lengan dan kaki, gangguan bicara, kelemahan atau mati rasa di wajah atau salah satu sisi tubuh.
Sementara, serangan migrain biasanya terjadi selama 3 jam hingga 2-3 hari, atau bahkan lebih lama jika dibiarkan tanpa penanganan. Serangan ini dapat datang beberapa kali dalam sebulan, walau termasuk jarang terjadi.
Sedangkan saat serangan terjadi ada beberapa gejala yang akan dirasakan penderita migrain. Mulai dari sakit kepala sebelah, sakit kepala berdenyut, mual dan muntah serta sensitif terhadap cahaya, suara, termasuk bahu dan sentuhan.
"Hingga kini, belum diketahui secara pasti penyebab migrain. Namun, genetik dan faktor lingkungan diduga jadi penyebab utamanya," katanya.
Selain itu, beberapa kondisi juga meningkatkan risiko migrain. Antara lain, perubahan hormon, perubahan pola tidur, stres, aktivitas fisik berlebihan, konsumsi alkohol dan penyebab lain.
Dan untuk mengatasi migrain, dokter biasanya akan berfokus untuk membantu anda mengatasi gejalanya. Dan membuat Anda lebih nyaman.
Cara utama yang dapat dianjurkan dokter untuk mengatasi migrain, antara lain, konsumsi obat pereda nyeri, baik untuk mengatasi sakit atau mencegahnya. Serta menjauhi atau menghindari pemicu migrain
Selain itu, anda juga bisa mencoba metode pengobatan lain. Mulai dari kompres hangat di area sakit, pijat, peregangan leher, yoga dan akupuntur.
"Apabila telah melakukan berbagai sakitnya tetap terasa, cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan membantu Anda memahami penyebab migrain yang Anda alami dan memberikan pengobatan yang tepat," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....