VIOLA Layani 218.729 Warga 3T dan BPJS Raih Capaian 91,53 Persen
- 13 Jul 2026 22:53 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BPJS Kesehatan mengoptimalkan pemanfaatan kanal informasi digital di wilayah terpencil demi meningkatkan kemudahan akses pelayanan.
- Kementerian Koperasi mendukung penuh perluasan jangkauan program jaminan kesehatan nasional lewat pemberdayaan jaringan koperasi desa.
- Tentara Nasional Indonesia mengerahkan dukungan fasilitas kesehatan keliling serta puluhan ribu personel untuk membantu masyarakat.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kanal Virtual Office Layanan Informasi dan Administrasi (VIOLA) di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal mencatatkan 218.729 pemanfaatan. Layanan tersebut dihadirkan guna mempermudah akses program Jaminan Kesehatan Nasional atau JKN bagi warga.
Penyelenggara program jaminan kesehatan nasional tersebut kini juga berhasil mencatatkan capaian kinerja sebesar 91,53 persen. Keberhasilan tersebut dipaparkan dalam laporan resmi yang dirilis di Jakarta pada Senin, 13 Juli 2026.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito menjelaskan tantangan geografis dalam penyediaan infrastruktur digital nasional. Puskesmas tercatat menjadi lokasi pelaksanaan pelayanan digital terbanyak bagi segmen peserta penerima bantuan iuran.
“Optimalisasi VIOLA dan BPJS Keliling tersebut merupakan wujud implementasi Layanan Ujung Negeri (LANURI), salah satu dari Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi BPJS Kesehatan. Hari ini kita laksanakan LANURI serentak di 558 titik kabupaten/kota se-Indonesia, dengan melibatkan 126 Kantor Cabang BPJS Kesehatan. Dari ke-558 titik tersebut, sebanyak 179 titik menyediakan layanan BPJS Keliling, sementara di 379 titik lainnya menghadirkan layanan VIOLA. Harapan kami, LANURI dapat memudahkan akses layanan JKN bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil atau aksesnya terbatas karena kondisi geografis,” ujar Pujo yang didampingi Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan Akmal Budi Yulianto dalam acara Launching LANURI dan Closing Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi, Senin.
Pujo kemudian menjabarkan sejumlah rincian program kerja kolaboratif yang disusun bersama para pemangku kepentingan. Program bertema kepuasan pelanggan dikembangkan secara khusus guna mengakomodasi kebutuhan mendasar seluruh anggota jaminan.
“Adapun beberapa program utama yang telah tercapai adalah JKN 3T (kerja sama dengan kapal bantu rumah sakit ke daerah 3T serta pengiriman tenaga kesehatan ke daerah 3T), P-Care MBG (petugas SPPG menjadi peserta JKN dan terpantau kesehatannya, serta tumbuh kembang siswa penerima MBG terpantau), dan Eliminasi Inefisiensi (intelligence claim untuk upaya efisiensi biaya JKN, serta pencegahan, pendeteksian, dan penanganan perilaku inefisiensi termasuk potensi fraud). Ada pula sejumlah poin yang masih terus berproses bersama pemangku kepentingan terkait,” ujar Pujo.
Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi Panel Barus mengapresiasi peluncuran layanan administrasi kesehatan. Langkah ini diyakini mampu memangkas kendala transportasi bagi warga terpencil saat mengurus jaminan sosial.
“Kementerian Koperasi menyambut baik kolaborasi ini, mengingat jaringan Koperasi Desa Merah Putih memiliki jaringan yang tersebar hingga ke tingkat desa dan kecamatan di seluruh Indonesia, serta memiliki akses internet untuk mendukung penyelenggaraan VIOLA maupun BPJS Keliling. Kami akan mendorong jajaran pengurus Koperasi di daerah 3T untuk mendukung pelaksanaan LANURI sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh seluruh masyarakat Indonesia,” katanya.
Kepala Pusat Kesehatan Tentara Nasional Indonesia atau TNI dr. Hadi Juanda ikut memberikan dukungan. Penyebaran tenaga medis profesional masih menjadi tantangan utama dalam pemerataan mutu pelayanan kesehatan nasional.
“Jaringan pelayanan kesehatan TNI yang tersebar di seluruh negeri dapat dimanfaatkan untuk mendukung LANURI, misalnya mobilisasi personil di bidang kesehatan ke daerah terpencil, pemanfaatan fasilitas kesehatan TNI sebagai titik layanan tambahan, serta pengoperasian kapal rumah sakit yang bisa digunakan untuk layanan di pulau-pulau terpencil. Termasuk dengan mengerahkan sekitar 76.000 personil Babinsa yang tersebar di Indonesia,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....