Kebakaran TPA Jatiwaringin, Kemenkes Distribusikan Logistik Medis
- 05 Jul 2026 17:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Pusat Krisis Kesehatan menyalurkan bantuan logistik dan mengaktivasi layanan medis darurat
- Hal tersebut ditujukan bagi masyarakat terdampak kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang
RRI.CO.ID, Tangerang - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Pusat Krisis Kesehatan menyalurkan bantuan logistik dan mengaktivasi layanan medis darurat. Hal tersebut ditujukan bagi masyarakat terdampak kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang.
Langkah tanggap darurat ini difokuskan untuk memitigasi risiko gangguan pernapasan akibat paparan asap pekat yang kian meluas. “Dukungan logistik kesehatan ini kami distribusikan untuk memperkuat pelayanan kesehatan di wilayah terdampak," ujar Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Agus Jamaludin, Minggu 5 Juli 2026.
Sekaligus, sambung Agus, mengantisipasi peningkatan kebutuhan layanan akibat paparan asap kebakaran. Bantuan medis yang diterjunkan ke lokasi meliputi 15 unit oksigen konsentrator, enam unit oksimeter, tiga unit air purifier, 11.500 lembar masker bedah, hingga 5.000 pasang sarung tangan medis.
Tak hanya itu, lanjutnya, Kemenkes juga mendirikan dua unit tenda rumah sakit lapangan berukuran besar lengkap dengan 10 unit veltbed. Ini sebagai pusat penanganan darurat bagi warga yang membutuhkan pertolongan pertama secara cepat.
Penempatan posko kesehatan lapangan ini dipusatkan pada titik-titik krusial yang jauh dari akses rumah sakit. Namun, memiliki konsentrasi kepulan asap paling tebal.
Dia juga mengaku, Kemenkes bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang untuk membagi klaster pelayanan secara taktis di beberapa wilayah kerja Puskesmas. Sebab, warga sekitar yang terjangkit ISPA jumlahnya sudah ratusan.
“Kami menyiapkan dua unit tenda kesehatan. Satu tenda sudah difungsikan dilokasi terdampak untuk pelayanan masyarakat, sedangkan satu tenda lainnya masih kami standby-kan di Puskesmas Rajeg agar sewaktu-waktu dapat segera dimobilisasi apabila ada titik terdampak baru,” ucap Agus.
Hingga saat ini, posko medis di sekitar area TPA Jatiwaringin telah diinstruksikan bersiaga penuh selama 24 jam nonsetop. Sinergi antara Puskesmas Rajeg, Puskesmas Mauk, dan Puskesmas Sukadiri terus diperketat guna mengantisipasi lonjakan pasien dengan keluhan ISPA.
Diketahui, hari ke-lima kebakaran TPA Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang kobaran api tertanggulangi baru 40 persen. Namun, jumlah warga yang mengungsi bertambah jumlahnya mencapai 102 jiwa.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan berdasarkan data hingga saat ini sudah102 warga mengungsi. Hal itu akibat kepulan asap kebakaran di TPA Jatiwaringin.
Muhari menegaskan warga mengungsi untuk menghindari dampak bahaya dari sebaran asap material sampah. "Hingga saat ini, petugas gabungan terus berupaya melakukan penanggulangan," ujarnya, Sabtu 4 Juli 2026.
Dia memastikan tim medis telah disiagakan secara terus-menerus selama 24 jam dilokasi pengungsian maupun tempat terdampak kejadian. Tentunya, guna mengantisipasi dampak buruk berupa infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) terhadap masyarakat.
"Warga dari klaster kelompok rentan, seperti balita, lanjut usia (lansia, Red) serta penyintas penyakit bawaan sebagai prioritas utama penjagaan medis. Namun, tidak sedikit warga mengalami sesak napas dan muntah," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....