Kenali Ciri Pangan yang Sudah Tidak Layak Konsumsi!
- 05 Nov 2025 04:49 WIB
- Nunukan
KBRN, Nunukan: Menjaga keamanan pangan sangat penting untuk mencegah gangguan kesehatan, seperti keracunan makanan atau infeksi akibat bakteri. Kadang, makanan yang tampak masih “baik-baik saja” sebenarnya sudah tidak layak konsumsi. Yuk, kenali tanda-tandanya agar kita bisa lebih waspada!
1. Bau Berubah atau Tidak Sedap
Salah satu tanda paling mudah dikenali adalah perubahan bau. Makanan yang sudah rusak biasanya memiliki aroma asam, tengik, atau menyengat — berbeda dari bau aslinya. Misalnya, susu yang basi akan berbau asam, sedangkan minyak atau kacang yang lama disimpan bisa tercium tengik.
2. Warna Berubah
Perhatikan juga perubahan warna pada makanan. Warna yang kusam, kehijauan, kehitaman, atau tampak tidak wajar merupakan tanda bahwa makanan mulai rusak. Contohnya, daging yang segar biasanya berwarna merah cerah, tapi jika sudah keabu-abuan atau kehijauan, sebaiknya jangan dikonsumsi.
Baca Juga: Bubur Khas Manado Jadi Favorit Masyarakat Nunukan
3. Tekstur Berubah
Tekstur pangan juga bisa menunjukkan kondisinya. Makanan yang sudah tidak layak konsumsi biasanya menjadi berlendir, lengket, atau lembek. Pada buah dan sayuran, perubahan ini bisa terlihat dari permukaan yang layu atau licin.
4. Muncul Jamur
Adanya bintik putih, hijau, atau warna lain di permukaan makanan menandakan pertumbuhan jamur. Walaupun hanya sebagian kecil yang tampak berjamur, sebaiknya seluruh bagian makanan dibuang, karena akar jamur bisa menyebar ke bagian lain yang tidak terlihat.
5. Rasa Berubah
Jika rasa makanan menjadi asam, tengik, pahit, atau tidak seperti biasanya, itu pertanda kuat bahwa makanan tersebut sudah tidak layak dikonsumsi. Hindari mencicipi dalam jumlah banyak, karena makanan yang rusak bisa mengandung racun berbahaya.
Utamakan Keselamatan, Bukan Sayang Makanan
Kadang kita merasa sayang untuk membuang makanan, tapi kesehatan jauh lebih penting. Jika makanan menunjukkan salah satu tanda di atas, jangan ragu untuk membuangnya. Konsumsi makanan rusak dapat menyebabkan keracunan dan masalah pencernaan serius. (Sumber: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....