Astigmatisme, Gangguan Penglihatan Akibat Mata Silinder

  • 23 Jun 2025 09:56 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung: Mata merupakan salah satu organ vital manusia yang berperan penting dalam menangkap dan menerjemahkan informasi visual, bagi seseorang pada saat beraktivitas.

Namun, tidak semua orang memiliki sistem penglihatan yang sempurna. Salah satu gangguan umum yang dapat memengaruhi kualitas penglihatan adalah astigmatisme atau yang lebih dikenal dengan mata silinder.

Astigmatisme adalah kelainan refraksi yang menyebabkan penglihatan menjadi kabur atau terdistorsi, baik pada jarak dekat maupun jauh. Kondisi ini dapat berdiri sendiri atau muncul bersamaan dengan rabun jauh (miopia) maupun rabun dekat (hipermetropi).

Dilansir dari laman hellodokter dan beberapa sumber, pada mata normal bentuk kornea dan lensa menyerupai bola sempurna, sehingga cahaya yang masuk dapat dibiaskan secara merata ke retina.

Namun pada penderita astigmatisme, bentuk kornea atau lensa cenderung lebih oval atau lonjong, menyebabkan cahaya tidak terfokus pada satu titik. Akibatnya, bayangan yang ditangkap retina menjadi ganda atau buram.

Astigmatisme diklasifikasikan berdasarkan letak kelainannya, yaitu:

Astigmatisme korneal: disebabkan oleh bentuk kornea yang tidak simetris

Astigmatisme lentikular: disebabkan oleh bentuk lensa yang tidak simetris

Penderita astigmatisme umumnya merasakan sejumlah keluhan, di antaranya:

1.Penglihatan kabur, buram, atau bergelombang

2.Sakit kepala dan mata cepat lelah, terutama saat membaca atau menatap layar

3.Kesulitan melihat di malam hari, sering disertai silau atau bayangan cahaya (halo)

4.Kebiasaan menyipitkan mata atau memiringkan kepala untuk melihat lebih jelas

5.Penglihatan ganda, terutama pada kasus yang cukup parah

Jika tidak ditangani dengan tepat, astigmatisme dapat berdampak pada kualitas hidup penderitanya. Anak-anak dengan gangguan ini berisiko mengalami hambatan dalam proses belajar, sementara pada orang dewasa, kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk saat mengemudi di malam hari.

Astigmatisme tidak selalu dapat dicegah sepenuhnya. Namun, pemeriksaan mata secara rutin sejak usia dini sangat dianjurkan guna mendeteksi kelainan refraksi sedini mungkin dan mencegah komplikasi yang lebih serius.

Koreksi penglihatan dapat dilakukan melalui penggunaan kacamata, lensa kontak, atau tindakan bedah seperti operasi refraktif.

Masyarakat diimbau untuk tidak mengabaikan keluhan penglihatan kabur atau sakit kepala yang berulang, serta segera berkonsultasi ke dokter spesialis mata untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....