Mood Wanita Sering Berubah? Ini Penjelasan Ahli Soal Peran Hormon dalam Siklus Bulanan
- 21 Apr 2025 14:19 WIB
- Mataram
KBRN, Mataram: Perubahan suasana hati yang dialami wanita sepanjang siklus menstruasi bukanlah hal yang sepele. Fluktuasi hormon yang terjadi dalam tubuh dapat memengaruhi kondisi emosional, energi, dan kesejahteraan secara keseluruhan. Memahami hubungan antara siklus hormonal dan perubahan mood dapat membantu wanita mengelola gejala yang muncul dan meningkatkan kualitas hidup.
Empat Fase Siklus Mesntruasi dan Dampaknya pada Mood
Fase Menstruasi (Hari 1–5):
Pada fase ini, kadar estrogen dan progesteron berada pada titik terendah. Kondisi ini dapat menyebabkan perasaan lelah, sedih, atau mudah tersinggung. Kekurangan zat besi akibat kehilangan darah juga dapat berkontribusi pada kelelahan dan suasana hati yang buruk. Mengonsumsi makanan kaya zat besi seperti bayam, daging tanpa lemak, dan kacang-kacangan dapat membantu mengatasi gejala ini.
Fase Folikular (Hari 6–14):
Kadar estrogen mulai meningkat, yang dapat meningkatkan energi, suasana hati, dan kepercayaan diri. Wanita mungkin merasa lebih optimis dan termotivasi untuk menjalani aktivitas sehari-hari.
Fase Ovulasi (Hari 15–17):
Estrogen mencapai puncaknya, dan hormon luteinizing hormone (LH) meningkat untuk memicu pelepasan sel telur. Beberapa wanita mungkin mengalami peningkatan libido dan merasa lebih sosial.
Fase Luteal (Hari 18–28):
Progesteron meningkat untuk mempersiapkan kemungkinan kehamilan. Namun, jika tidak terjadi pembuahan, kadar hormon ini akan menurun, yang dapat menyebabkan gejala pramenstruasi (PMS) seperti perubahan mood, kecemasan, dan depresi ringan. Sekitar 85 persen wanita mengalami setidaknya satu gejala PMS yang memengaruhi aktivitas sehari-hari.
Pendapat Ahli
Menurut Dr. Jolene Brighten, seorang ahli endokrinologi, "Keseimbangan hormon adalah kunci untuk merasa lebih baik sebelum, selama, dan setelah menstruasi. Mengonsumsi makanan seimbang, tidur yang cukup, dan mengurangi stres dapat membantu." Ia juga menyarankan olahraga dan suplemen pendukung suasana hati sebagai langkah tambahan.
Dr. Julie Holland, seorang psikiater, menambahkan bahwa memahami dan menerima perubahan mood sebagai bagian dari siklus alami dapat memberdayakan wanita untuk mengelola emosinya dengan lebih baik. "Dengan menyadari pola emosional yang terjadi, wanita dapat merencanakan aktivitas penting pada fase-fase ketika mereka merasa paling energik dan fokus," ujarnya
Strategi Mengelola Perubahan Mood
Olahraga Teratur: Aktivitas fisik dapat meningkatkan kadar serotonin, yang membantu memperbaiki suasana hati.
Pola Makan Seimbang: Menghindari gula berlebih dan kafein dapat mengurangi gejala PMS.
Tidur Cukup: Tidur yang berkualitas membantu menjaga keseimbangan hormon.
Manajemen Stres: Teknik relaksasi seperti meditasi dan yoga dapat membantu mengurangi kecemasan.
Konsultasi Medis: Jika gejala PMS atau perubahan mood mengganggu aktivitas sehari-hari, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat
Sumber:
1. https://www.myhormonology.com/whats-your-mood-like-from-week-to-week-in-your-monthly-cycle-and-how-can-you-make-it-better/?utm_source
2. https://www.acog.org/womens-health/faqs/premenstrual-syndrome?utm_source
3. https://www.glamour.com/story/what-causes-pms-the-science-behind-mood-swings?utm_source
4. https://drbrighten.com/how-hormones-affect-mood-throughout-menstrual-cycle/?utm_source
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....