Kebiasaan Tidur Larut Pada Anak? Ini Bahayanya!

  • 20 Okt 2024 09:14 WIB
  •  Sumenep

KBRN, Sumenep: Tidur terlalu larut berdampak buruk pada proses pertumbuhan anak. Anak di usia satu hingga lima tahun membutuhkan waktu tidur malam lebih banyak dari orang dewasa. Waktu tidur yang dibutuhkan anak umumnya sebanyak 10 sampai 12 jam pada tidur malam dan 1 hingga 2 jam pada tidur siang.

Melansir dari laman Raising Children, tidur berfungsi memulihkan tubuh anak secara fisik. Tidur yang cukup akan membantu mereka belajar dan mengingat banyak hal, serta meningkatkan kekebalan. Tidur juga membantu anak-anak tumbuh. Hal ini karena tubuh anak memproduksi hormon pertumbuhan saat mereka tidur.

Mengutip dari laman telemed.ihc , berikut bahaya begadang pada anak:

1. Hormon pertumbuhan akan terganggu

Kerja hormon pertumbuhan pada anak akan terganggu jika anak kurang tidur dan ini dapat berpengaruh pada proses pertumbuhannya. Studi pada jurnal Neuroendocrinology menjelaskan bahwa anak yang kekurangan waktu tidur cenderung memiliki tinggi badan yang lebih pendek bila dibandingkan dengan anak yang memiliki waktu tidur cukup di usianya.

2. Obesitas

Anak yang tidur larut malam cenderung untuk makan lebih banyak dan kurang bergerak, yang bisa menyebabkan peningkatan berat badan dan risiko obesitas. Obesitas bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan.

3. Diserang rasa kantuk sepanjang hari

Anak yang tidur larut malam bisa mengalami penurunan pada kemampuan kognitif, memori, dan kreativitas mereka. Tidur yang cukup bisa membantu anak untuk menyerap informasi baru dan meningkatkan keterampilan mereka. Anak yang begadang akan merasa ngantuk dikeesokan harinya.

4. Mudah marah dan mengganggu suasana hati

Selain rasa kantuk yang menyerang sepanjang hari, begadang pada anak juga akan mengganggu kesehatan mentalnya. Kurang tidur dapat mengakibatkan berkurangnya kontrol diri dan kemampuan berpikir jernih, termasuk mengurangi kemampuan dalam menghadapi stres. Inilah yang akan memicu anak mudah marah.

5. Sulit berkonsentrasi

Kebiasaan begadang pada anak juga menyebabkan sulitnya berkonsentrasi. Anak akan menjadi kurang waspada secara mental dan sulit berkonsentrasi karena kurangnya waktu tidur di malam harinya. Sehingga anak kurang aktif bahkan cenderung malas di keesokan harinya.

Jangan anggap sepele jika anak memiliki kebiasaan begadang. Karena begadang pada anak banyak dampak buruknya. Waktu tidur yang cukup dan berkualitas bisa memberikan banyak manfaat untuk kesehatan fisik, emosional, dan akademik anak.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....