Industri Perbankan Kepri Catat Pertumbuhan Tertinggi di Sumatera
- 29 Sep 2025 20:51 WIB
- Batam
KBRN, Batam : Kepulauan Riau mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sumatera pada semester I 2025, sebesar 7,14%. Kepala OJK Provinsi Kepulauan Riau, Sinar Danandjaya, menyebut pertumbuhan kredit Bank Umum di wilayah ini mencapai 12,26%, tertinggi di Sumatera. Dana Pihak Ketiga (DPK) BPR juga meningkat 14,89%, menegaskan kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan lokal.
"Pertumbuhan ini menunjukkan dukungan nyata perbankan terhadap pertumbuhan ekonomi Kepri," ujar Sinar, Sabtu (27/9/2025).
Bank Umum Konvensional dan Syariah di Kepri mencatat total aset Rp167,4 triliun, tumbuh 11,34% yoy, melampaui rata-rata nasional 6,43% yoy. DPK sebesar Rp98,46 triliun meningkat 10,73% yoy, sementara penyaluran kredit tumbuh 12,26% menjadi Rp57,58 triliun. Non Performing Loan (NPL) turun menjadi 3,31%, menandakan kualitas kredit tetap sehat. Penyaluran kredit ke UMKM mencapai Rp14,39 triliun, naik 14,6% yoy, menunjukkan fokus perbankan pada sektor produktif.
Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah (UUS) mencatat total aset Rp16,19 triliun, tumbuh 10,04% yoy. DPK mencapai Rp8,89 triliun, meningkat 7,19% yoy, sedangkan pembiayaan tumbuh 15,15% menjadi Rp11,1 triliun. Non Performing Financing (NPF) hanya 1,30%, lebih rendah dari rata-rata nasional 2,24%. Penyaluran pembiayaan ke UMKM meningkat 30,62% menjadi Rp1,33 triliun, memperkuat dukungan perbankan syariah terhadap ekonomi lokal.
Bank Perekonomian Rakyat Konvensional dan Syariah (BPR/S) mencatat total aset Rp12,699 triliun, tumbuh 14,22% yoy. DPK meningkat 12,69% menjadi Rp10,014 triliun, sementara penyaluran kredit tumbuh 19,88% menjadi Rp10,274 triliun. NPL BPR/S tercatat 6,42%, jauh lebih rendah dibanding nasional 12,73%. Pertumbuhan kredit yang tinggi menunjukkan peran BPR/S sebagai penggerak ekonomi lokal dan UMKM.
Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) juga mencatat pertumbuhan signifikan. Total aset mencapai Rp366 miliar, tumbuh 24,91% yoy, sementara DPK meningkat 24,29% menjadi Rp220 miliar. Pembiayaan tumbuh 19,15% menjadi Rp336 miliar, dengan NPF hanya 7,05%. Pertumbuhan ini menegaskan BPRS Kepri lebih unggul dibanding rata-rata nasional dan mendukung pengembangan UMKM lokal.
OJK menilai seluruh sektor perbankan di Kepri menunjukkan kinerja di atas rata-rata nasional. Sinergi antara pertumbuhan aset, DPK, dan kredit memperkuat stabilitas sistem keuangan regional. Kepercayaan masyarakat terhadap perbankan meningkat, mendorong ekspansi pembiayaan ke sektor produktif. Hal ini diyakini akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Ke depan, OJK mendorong perbankan di Kepri untuk menyalurkan pembiayaan ke sektor prioritas dan UMKM. Selain itu, akses masyarakat terhadap layanan perbankan, baik konvensional maupun syariah, harus terus ditingkatkan. Perlindungan konsumen dan edukasi keuangan juga menjadi fokus agar kepercayaan masyarakat tetap tinggi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....