Mutiara Pagi: Bertobat dan Tetap Jaga Silaturahmi

  • 07 Okt 2026 07:52 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Kesalahan manusia dalam perkataan maupun perbuatan tidak seharusnya menjadi alasan untuk menutup pintu pertobatan. Setiap orang yang menyadari kesalahannya masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan kembali kepada jalan yang benar.

Hal tersebut disampaikan KH Hasanuri, S.H., M.H.I., Anggota WANTIM MUI Provinsi Sulawesi Tenggara, saat menjawab pertanyaan Ibu Ita dari Konawe Utara dalam sesi interaktif Mutiara Pagi, Senin 14 September 2026. Ibu Ita menanyakan mengenai seseorang yang sering berdusta dan kemudian ingin bertobat, apakah tobatnya masih dapat diterima Allah SWT.

KH Hasanuri menjelaskan, seseorang yang benar-benar bertobat harus memiliki kesadaran terhadap kesalahan yang dilakukan, menyesalinya, meninggalkan perbuatan tersebut dan berusaha memperbaiki diri. Menurutnya, manusia tidak boleh kehilangan harapan terhadap rahmat Allah selama memiliki kemauan untuk berubah menjadi lebih baik.

Ibu Ita kemudian menyampaikan persoalan lain mengenai seorang teman yang sering berbohong dan memfitnah dirinya. Ia mempertanyakan apakah harus memutuskan silaturahmi atau tetap mempertahankan hubungan dengan orang tersebut.

Menanggapi hal itu, KH Hasanuri mengingatkan agar keburukan tidak dibalas dengan keburukan. Hubungan dengan orang lain tetap dapat dijaga, namun seseorang juga perlu memiliki batas dan kehati-hatian agar tidak terus dirugikan oleh perilaku yang sama.

KH Hasanuri juga menjelaskan pentingnya memahami tiga bentuk ukhuwah dalam kehidupan sosial, yakni ukhuwah Islamiyah sebagai persaudaraan sesama Muslim, ukhuwah wathaniyah sebagai persaudaraan sesama anak bangsa, serta ukhuwah insaniyah atau basyariyah sebagai persaudaraan sesama manusia. “Kita tetap menjaga hubungan dengan baik, tetapi juga harus bijaksana dan tidak membalas keburukan dengan keburukan,” ujarnya.

Menurut KH Hasanuri, penerapan sifat Rasulullah SAW berupa shidiq, amanah, tabligh dan fathonah harus berjalan bersama. Kejujuran membentuk kepercayaan, amanah menjaga tanggung jawab, tabligh mendorong penyampaian kebaikan dengan cara yang santun, sedangkan fathonah membantu seseorang mengambil keputusan secara cerdas, arif dan bijaksana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....