Mutiara Pagi: Implementasi Empat Sifat Rasul dalam Kehidupan
- 05 Okt 2026 08:32 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Menjalankan amanah membutuhkan lebih dari sekadar kesediaan menerima kepercayaan. Seorang Muslim dituntut mampu menjaga dan melaksanakan amanah dengan penuh tanggung jawab, kejujuran, kecerdasan serta mempertimbangkan dampak dari setiap keputusan.
KH Hasanuri, S.H., M.H.I., Anggota WANTIM MUI Provinsi Sulawesi Tenggara dalam dialog Mutiara pagi, Senin 14 September 2026, mengatakan amanah merupakan salah satu sifat utama Rasulullah SAW yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Amanah tidak hanya berkaitan dengan barang yang dititipkan, tetapi juga mencakup jabatan, pekerjaan, rahasia, perkataan dan berbagai tanggung jawab yang diberikan kepada seseorang.
Prinsip tersebut, menurut KH Hasanuri, tercermin dalam QS. An-Nisa ayat 58 yang memerintahkan agar amanah diberikan kepada yang berhak dan setiap keputusan di antara manusia dilakukan dengan adil. Karena itu, menjalankan amanah membutuhkan rasa tanggung jawab sekaligus pertimbangan yang matang.
Hal ini menjadi pembahasan ketika Pak Faiz dari Buton Tengah menghubungi program Mutiara Pagi. Ia menanyakan bagaimana jika seseorang menerima amanah, namun dalam pelaksanaannya muncul kondisi yang menurut hati nurani kurang baik dan berpotensi memberikan dampak kepada orang lain.
KH Hasanuri menjelaskan bahwa dalam kondisi tersebut seseorang perlu menggunakan sifat fathonah atau kecerdasan dan kebijaksanaan. Amanah tidak boleh dipisahkan dari kemampuan membaca keadaan serta mempertimbangkan akibat dari tindakan yang dilakukan.
“Kembali lagi, kita harus pandai membaca dampak dan situasi dari hal yang kita sampaikan. Amanah itu apakah memberikan kemaslahatan atau justru menimbulkan mudarat,” kata KH Hasanuri. Ia menegaskan bahwa menjaga amanah harus tetap berada dalam koridor kebenaran, kebaikan dan tanggung jawab kepada Allah SWT.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....