Mahasiswa Ilmu Komunikasi UHO Gelar Pekan Literasi AI Pemilu 2029 di Enam Sekolah
- 21 Sep 2026 10:13 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari – Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) menggelar Pekan Literasi AI Pemilu dengan tema “Pemilih Pemula di Era AI, Tantangan Komunikasi Politik Digital Menjelang Pemilu 2029 – Tanya AI Boleh, Percaya Mentah-Mentah Jangan.”
Kegiatan yang mengusung filosofi budaya Tolaki Mepokoaso atau gotong royong ini bertujuan meningkatkan kemampuan pemilih pemula dalam mengenali dan memverifikasi informasi politik berbasis kecerdasan buatan (AI).
Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan edutainment berbasis budaya lokal. Mahasiswa memperkenalkan “Pohon Belukar Verifikasi”, sebuah metode verifikasi informasi yang menggunakan empat parameter, yakni mengecek sumber, tanggal informasi, muatan emosi, serta membandingkan informasi dengan sumber resmi seperti KPU, BPS, dan media terverifikasi.
Selain itu, peserta diajak mengikuti simulasi hoaks melalui permainan amplop misteri, memahami risiko informasi yang tidak terverifikasi, serta mempraktikkan penggunaan AI secara kritis melalui kerangka prompt engineering C.O.E.S.T.A.R.
Mahasiswa juga membekali peserta dengan Matriks Audit AI untuk mengenali sejumlah risiko, seperti halusinasi AI, informasi yang tidak aktual, bias data, sumber tidak jelas, kesalahan konteks, dan jawaban AI yang terlalu meyakinkan.
Dosen pengampu mata kuliah Komunikasi Politik FISIP UHO, Ir. Irmawanti, S.I.Kom., M.I.Kom., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari peran mahasiswa sebagai agent of control dan agent of change dalam menjaga integritas demokrasi digital.
“Pemilih pemula harus dilatih untuk menjadi auditor informasi, bukan konsumen pasif. Filosofi Mepokoaso mengajarkan bahwa persatuan dan gotong royong menjadi kunci menghadapi tantangan bersama, termasuk ancaman information disorder,” ujarnya.
Ketua Kelompok 5, Septia Tania Saputri, mengatakan kegiatan tersebut tidak dimaksudkan untuk menolak penggunaan AI, tetapi mendorong generasi muda agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.
“Tanya AI boleh, percaya mentah-mentah jangan. Itu tagline kami,” katanya.
| Baca juga: Nasionalisme Digital di Kalangan Mahasiswa |
Dalam kegiatan tersebut, siswa juga dilibatkan berdasarkan kompetensi keahlian masing-masing. Siswa TKJ/TJKT diarahkan pada aspek forensik digital, AKL pada audit angka dan klaim, BDP pada pembuatan konten etis, serta MPLB pada dokumentasi dan pelaporan.
Kegiatan ini ditargetkan menghasilkan peningkatan kemampuan literasi digital peserta melalui pre-test dan post-test, produksi konten edukasi berbasis budaya lokal, dokumentasi kegiatan, serta rekomendasi bagi KPU dan Bawaslu Kota Kendari dalam menghadapi potensi information disorder menjelang Pemilu 2029.
Pekan Literasi AI Pemilu merupakan praktik lapangan mata kuliah Komunikasi Politik yang menjadi bagian dari pengabdian masyarakat dan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....