UHO Dorong Akreditasi Internasional Tingkatkan Mutu Pendidikan
- 16 Sep 2026 12:02 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari terus mendorong peningkatan mutu pendidikan melalui penambahan akreditasi internasional pada sejumlah program studi. Upaya tersebut dilakukan untuk memperkuat budaya mutu sekaligus meningkatkan pengakuan terhadap kualitas pendidikan UHO di tingkat global.
Komitmen tersebut diperkuat melalui Workshop Akreditasi Internasional yang digelar Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) UHO di Hotel Claro Kendari, awal pekan lalu.
Wakil Rektor Bidang Akademik UHO, Prof. Dr. La Ode Santiaji Bande, M.P., mengatakan akreditasi internasional tidak semestinya dipandang hanya sebagai formalitas administrasi maupun upaya mengejar label prestise. Menurutnya, akreditasi merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam membangun budaya mutu dan tata kelola pendidikan berstandar internasional.
“Lebih dari itu, akreditasi internasional menjadi cerminan komitmen perguruan tinggi dalam membangun budaya mutu dan tata kelola pendidikan yang berstandar internasional,” ujarnya.
Menurutnya, terdapat sejumlah alasan yang membuat akreditasi internasional penting bagi perguruan tinggi. Salah satunya adalah memberikan jaminan kredibilitas global, karena akreditasi menunjukkan bahwa kurikulum, fasilitas, tenaga pengajar, hingga kualitas lulusan telah memenuhi standar yang diakui secara internasional.
Akreditasi internasional juga dinilai dapat mendorong mobilitas akademik dan membuka peluang kerja sama global. Pengakuan tersebut dapat memperluas kesempatan pertukaran mahasiswa, kolaborasi riset antarnegara, serta membangun jejaring kerja sama antara dosen UHO dengan akademisi dan asesor dari berbagai negara.
Selain itu, pengakuan internasional diharapkan dapat meningkatkan daya saing lulusan UHO. Kualifikasi pendidikan yang memiliki pengakuan global dapat memberikan peluang lebih luas bagi lulusan untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki pasar kerja internasional.
Namun, proses menuju akreditasi internasional membutuhkan kesiapan dan komitmen seluruh sivitas akademika. Persiapan tidak hanya menjadi tanggung jawab pimpinan perguruan tinggi, tetapi juga melibatkan dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa.
“Namun, proses menuju akreditasi internasional bukan perkara mudah. Dibutuhkan kerja keras, komitmen, serta kesamaan visi seluruh sivitas akademika, mulai dari pimpinan, dosen, tenaga kependidikan hingga mahasiswa,” kata Prof. Santiaji Bande.
Salah satu aspek yang terus diperkuat UHO adalah penyempurnaan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE). Penguatan tersebut dilakukan bersamaan dengan inovasi dalam proses pembelajaran dan pengembangan riset agar program studi mampu memenuhi standar yang dipersyaratkan dalam proses akreditasi internasional.
Dalam mempersiapkan program studi menuju pengakuan internasional, UHO juga membangun komunikasi dan belajar dari perguruan tinggi yang telah lebih dahulu menjalani proses akreditasi internasional. Salah satunya melalui pembelajaran dari Universitas Hasanuddin (Unhas) yang memiliki pengalaman dalam proses tersebut.
Pengalaman dan jejaring yang telah terbangun diharapkan dapat menjadi modal bagi UHO dalam mempersiapkan berbagai kebutuhan akreditasi. Persiapan mencakup pemenuhan dokumen, penguatan sistem pembelajaran, peningkatan mutu riset, hingga kesiapan sivitas akademika dalam menghadapi setiap tahapan penilaian.
UHO berharap penambahan akreditasi internasional pada program studi dapat memperkuat kualitas pendidikan sekaligus memperluas pengakuan terhadap lulusan dan institusi di tingkat global. Semangat kolaborasi seluruh sivitas akademika menjadi bagian penting dalam mewujudkan UHO yang semakin siap bersaing di tingkat internasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....