Mahasiswa Jurnalistik UHO Bekali Pemilih Pemula di SMAN 8 Kendari

  • 16 Sep 2026 15:30 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Mahasiswa Program Studi Jurnalistik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) membekali pemilih pemula di SMAN 8 Kendari dengan literasi mengenai penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam menghadapi pemilu. Edukasi tersebut disampaikan melalui kegiatan Pekan Literasi AI Pemilu di SMAN 8 Kendari, Senin, 14 September 2026.

Dalam kegiatan tersebut, tiga mahasiswa Jurnalistik UHO, yakni Adel Cahaya Aulia, Selviani, dan Umi Hasanuddin, menyampaikan materi yang berkaitan dengan AI, pemilu, serta hubungan keduanya dalam kehidupan demokrasi. Materi tersebut diarahkan untuk membantu pemilih pemula agar lebih kritis dalam menerima dan menyebarkan informasi politik di ruang digital.

Adel Cahaya Aulia menjelaskan bahwa perkembangan AI memberikan berbagai manfaat, tetapi juga menghadirkan tantangan yang perlu diperhatikan masyarakat. Menurutnya, isu privasi data, keamanan, dan etika menjadi hal penting dalam penggunaan AI. Ia menekankan bahwa perkembangan AI ke depan akan semakin terintegrasi dalam kehidupan manusia sehingga teknologi tersebut perlu dimanfaatkan secara bijak untuk meningkatkan kualitas hidup.

Sementara itu, Selviani mengajak pemilih pemula untuk tidak menjadikan media sosial sebagai satu-satunya dasar dalam menentukan pilihan politik. Ia mengingatkan bahwa algoritma media sosial dapat memengaruhi informasi yang diterima pengguna.

“FYP boleh menentukan apa yang kita tonton, tapi jangan sampai FYP menentukan pilihan kita,” ujarnya.

Ia juga memperkenalkan prinsip “Lihat, Cek, Pikir, Baru Share” sebagai langkah sederhana bagi pemilih pemula dalam menghadapi informasi politik di media sosial, yakni dengan mengenali calon, mengecek informasi, dan mempertimbangkan pilihan sebelum membagikannya.

Umi Hasanuddin kemudian menekankan pentingnya penggunaan AI yang tetap mendukung prinsip demokrasi. Menurutnya, AI seharusnya digunakan untuk membantu masyarakat memperoleh informasi, bukan memanipulasi pilihan masyarakat.

“AI harus membantu masyarakat mendapatkan informasi, bukan memanipulasi pilihan masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa penggunaan AI dalam ruang demokrasi perlu didukung transparansi, pengawasan, perlindungan data, pengecekan fakta, dan peningkatan literasi digital masyarakat.

Kegiatan yang diikuti oleh 51 siswa kelas X dan XII tersebut juga membahas berbagai bentuk penyalahgunaan AI dalam konteks pemilu, seperti manipulasi foto dan video, deepfake, penyebaran informasi palsu, serta propaganda politik. Para siswa diajak untuk tidak langsung mempercayai informasi politik yang ditemukan di media sosial dan membiasakan diri melakukan pengecekan sebelum menerima maupun menyebarkannya.

Melalui Pekan Literasi AI Pemilu, mahasiswa Jurnalistik UHO berharap pemilih pemula tidak hanya memahami perkembangan teknologi AI, tetapi juga mampu menggunakannya secara bijak, etis, dan kritis. Literasi tersebut diharapkan dapat membantu generasi muda menggunakan teknologi sebagai sarana memperoleh informasi dan berpartisipasi dalam demokrasi tanpa mudah dipengaruhi oleh informasi yang dimanipulasi.(Muh Tasbir_UHO)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....