BMKG Keluarkan Peringatan Dini Kekeringan untuk Sultra

  • 21 Sep 2026 09:18 WIB
  •  Kendari
Poin Utama
  • BMKG memperingatkan potensi kekeringan meteorologis di sejumlah wilayah Sulawesi Tenggara pada dasarian III September 2026 berdasarkan buletin peringatan dini cuaca dan iklim.
  • Seluruh 19 Zona Musim di Sulawesi Tenggara telah memasuki musim kemarau sejak dasarian II September 2026, mencakup seluruh wilayah provinsi tersebut.
  • Kepala BBMKG Wilayah IV Makassar Nasrol Adil mengeluarkan peringatan ini untuk mempersiapkan masyarakat menghadapi potensi dampak kekeringan yang akan datang.

RRI.CO.ID, Kendari - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi kekeringan meteorologis di sejumlah wilayah Sulawesi Tenggara pada dasarian III September 2026, berdasarkan buletin peringatan dini cuaca dan iklim yang diterbitkan 21 September 2026.

Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV Makassar Nasrol Adil dalam keterangannya menyebut seluruh 19 Zona Musim di Sulawesi Tenggara hingga dasarian II September 2026 telah memasuki musim kemarau. Kondisi tersebut mencakup seluruh wilayah Sulawesi Tenggara.

Dalam periode 21 hingga 30 September 2026, peringatan dini curah hujan tinggi dengan kategori waspada, siaga, maupun awas tidak berpotensi terjadi di seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara.

Sebaliknya, BMKG mengidentifikasi potensi kekeringan meteorologis dengan tingkat kewaspadaan yang berbeda di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut tercatat mulai dari kategori waspada hingga awas di beberapa kabupaten dan kota.

Untuk Kota Kendari, wilayah yang masuk dalam peringatan dini kekeringan meteorologis kategori waspada meliputi Abeli, Baruga, Kadia, Kambu, Kendari Barat, Kendari, Mandonga, Poasia, Puuwatu, dan Wua-Wua.

Di Kabupaten Kolaka Timur, wilayah yang masuk kategori waspada mencakup Ladongi, Ueesi, dan Uluwoi. Sementara kategori siaga meliputi Aere, Dangia, Lalolae, Lambandia, Loea, Mowewe, Poli Polia, Tinondo, dan Tirawuta.

BMKG juga mencatat potensi kekeringan di sejumlah wilayah Kabupaten Konawe Selatan, Konawe Utara, Muna, Muna Barat, Wakatobi, serta kabupaten lainnya di Sulawesi Tenggara. Tingkat peringatan berbeda sesuai wilayah kecamatan yang tercantum dalam tabel peringatan dini.

”BMKG merekomendasikan informasi tersebut dijadikan bahan kewaspadaan dan pertimbangan untuk melakukan langkah mitigasi terhadap dampak kondisi kekeringan. Informasi iklim, prakiraan cuaca, dan peringatan dini lebih rinci dapat diperoleh melalui unit pelaksana teknis BMKG terdekat,”

Selain kondisi musim, BMKG mencatat indeks ENSO pada periode Juli-Agustus-September 2026 berada di angka +2,60 atau kategori El Nino sangat kuat dan diprediksi bertahan hingga awal 2027. Kondisi IOD berada pada fase netral dan berpeluang memasuki fase positif hingga awal 2027.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....