Kekeringan mengancam Hasil Panen di Desa Aepodu Konsel
- 07 Sep 2026 20:34 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Konawe Selatan – Kemarau panjang yang melanda Desa Aepodu, Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan, menyebabkan sejumlah lahan pertanian mengalami kekeringan dan mengancam hasil panen petani.
Salah seorang petani padi dan ubi jalar di Desa Aepodu, Made Arya, mengatakan kondisi kemarau tahun ini terasa lebih berat dibandingkan kemarau sebelumnya.
“Kemarau sekarang berbeda dengan kemarau sebelumnya. Sekarang panasnya sangat memprihatinkan, sampai-sampai lahan sawah saya kering,” ujarnya, Senin 7 September 2026.
Menurutnya, kekurangan air yang berlangsung cukup lama membuat tanaman padi dan ubi jalar yang ditanamnya mengalami gagal panen.
“Padi dan ubi jalar yang saya tanam pun mengalami gagal panen karena sudah lama kekurangan air,” tambahnya.
Made Arya mengatakan dirinya telah berupaya mencari sumber air untuk menyiram tanaman, namun kondisi sumber air yang semakin terbatas membuat upaya tersebut sulit dilakukan.
“Saya sudah berusaha mencari air untuk menyiram tanaman padi dan ubi jalar saya, hanya untuk mendapatkan air itu sangat susah sekarang,” ungkapnya.
Kondisi tersebut diperparah dengan mengeringnya sumber pengairan yang selama ini dimanfaatkan petani.
BMKG sendiri memprediksi musim kemarau 2026 di sejumlah wilayah Indonesia berlangsung lebih kering dan lebih panjang dari kondisi normal, dengan sebagian besar wilayah mengalami puncak kemarau pada Agustus hingga September.
Penulis: Roy Aldika
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....