BMKG Imbau Sektor Pertanian Waspadai Puncak Musim Kemarau
- 07 Sep 2026 20:29 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau seluruh pihak, khususnya pelaku sektor pertanian, meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi iklim ekstrem seiring sebagian besar wilayah Indonesia memasuki puncak musim kemarau.
Direktur Perubahan Iklim BMKG Fachri Radjab mengatakan puncak musim kemarau tahun ini diproyeksikan berlangsung pada Agustus hingga September 2026. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kekeringan di sejumlah wilayah Indonesia. (BMKG, 2026).
| Baca juga: Dampak Kekeringan bagi Petani Indonesia |
Menurut Fachri, kondisi kemarau juga perlu diantisipasi karena dipengaruhi fenomena iklim global El Nino yang diproyeksikan masih memberikan dampak hingga awal 2027. Kombinasi kondisi tersebut dapat menyebabkan penurunan curah hujan dan memperpanjang periode kekeringan.
Dampaknya berpotensi dirasakan pada ketersediaan air bersih, produktivitas pertanian, hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Karena itu, BMKG mendorong pemerintah daerah dan masyarakat melakukan langkah mitigasi, terutama dalam pengelolaan sumber daya air dan penyesuaian kegiatan pertanian.
Sementara itu, periode peralihan dari musim kemarau menuju musim penghujan diperkirakan berlangsung secara bertahap mulai pertengahan Oktober hingga akhir November 2026. BMKG akan memperkuat pemantauan dinamika atmosfer serta menyebarluaskan informasi iklim secara berkala kepada kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.
Informasi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar dalam mengambil langkah antisipasi, terutama untuk menjaga ketersediaan air, mengatur kegiatan pertanian, serta mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan selama periode kemarau.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....