Tim PDB UHO Dorong PKK Womua Monapa Kembangkan Susu Kedelai Bernilai Ekonomi

  • 07 Sep 2026 15:41 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Konawe - Tim Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) Universitas Halu Oleo (UHO) mendorong kelompok Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Womua Monapa, Kecamatan Pondidaha, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, mengembangkan potensi kedelai menjadi produk pangan bernilai ekonomi.

Upaya tersebut dilakukan melalui pelatihan pembuatan susu kedelai yang dipadukan dengan penguatan manajemen usaha dan strategi pemasaran. Kegiatan merupakan bagian dari Program PDB Tahun Anggaran 2026 dengan konsep Integrated Farming System berbasis Green Economy untuk mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

Ketua Tim PDB UHO, Dhian Herdhiansyah, mengatakan pengolahan kedelai menjadi produk pangan dapat meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat. Menurutnya, kemampuan produksi perlu diikuti dengan pemahaman mengenai pengelolaan usaha dan pemasaran agar produk dapat berkembang secara berkelanjutan.

“Ketika produk akan dikembangkan menjadi usaha, masyarakat juga harus memahami manajemen usaha dan bagaimana memasarkan produk kepada konsumen,” kata Dhian.

Dalam pelatihan tersebut, anggota PKK Desa Womua Monapa mendapatkan praktik langsung pembuatan susu kedelai, mulai dari pemilihan bahan baku, pencucian, perendaman, penggilingan, penyaringan, pemasakan hingga pengemasan. Peserta juga dibekali pemahaman mengenai pencatatan biaya produksi, penentuan harga pokok produksi, penetapan harga jual, pencatatan pemasukan dan pengeluaran, serta perhitungan keuntungan.

Selain aspek produksi dan manajemen usaha, Tim PDB UHO memberikan pemahaman mengenai pentingnya kemasan dan branding. Pengembangan nama produk, desain kemasan, informasi produk, hingga penyajian dinilai menjadi bagian penting dalam membangun daya tarik dan kepercayaan konsumen.

Peserta juga diperkenalkan pada strategi pemasaran secara langsung maupun melalui media digital. Pemanfaatan media sosial, foto produk, konten promosi, serta komunikasi dengan calon pelanggan diharapkan dapat membantu produk susu kedelai menjangkau pasar yang lebih luas.

Pengembangan susu kedelai tersebut menjadi bagian dari upaya membangun rantai nilai kedelai di Desa Womua Monapa. Kelompok Tani Mekarsari menjadi mitra pada aspek budidaya, sementara PKK Desa Womua Monapa didorong mengolah hasil pertanian menjadi produk pangan.

Dhian berharap program tersebut tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat mendorong PKK menjadi kelompok usaha yang mampu mengelola produk dari sisi produksi hingga pemasaran.

“Harapannya, PKK tidak hanya menjadi peserta pelatihan, tetapi mampu menjadi pelaku usaha yang dapat mengelola produk mulai dari produksi sampai pemasaran,” ujarnya.

Program PDB UHO diketuai Dhian Herdhiansyah dari Program Studi Teknologi Pangan UHO. Tim juga melibatkan La Ode Alwi dari Program Studi Agribisnis UHO, LM Fid Aksara dari Program Studi Teknik Informatika UHO, Mahdar dari Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Nahdatul Ulama Sulawesi Tenggara, serta Asriani dari Program Studi Teknologi Industri Pertanian Universitas Muhammadiyah Kendari.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melalui Program Pemberdayaan Desa Binaan Tahun Anggaran 2026.

Tim PDB UHO berharap pengembangan susu kedelai dapat menjadi langkah awal bagi Desa Womua Monapa dalam membangun produk pangan berbasis potensi lokal sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat dan ekonomi desa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....