Mutiara Pagi: Meneladani Lima Akhlak Rasulullah SAW
- 05 Sep 2026 22:25 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Rasulullah SAW merupakan teladan utama dalam membangun akhlak mulia. Melalui program Mutiara Pagi RRI Kendari, Sabtu 5 September 2026 pembahasan bersama Kharis Sulaiman Hasri, S.Pd., M.Pd., Sekretaris Program Studi PGMI dan Dosen UIN Kendari, mengajak pendengar memahami lima akhlak Rasulullah SAW yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam perbincangan tersebut, Kharis menjelaskan bahwa terdapat banyak akhlak mulia Rasulullah SAW. Namun, pada kesempatan ini, pembahasan difokuskan pada lima akhlak, yaitu selalu ceria dan menyenangkan hati orang lain, memiliki akhlak yang mulia, berhati lembut dan tidak sombong, menjaga lisan, serta tidak kikir.
Akhlak pertama adalah selalu ceria dan menyenangkan hati orang lain. Rasulullah SAW dikenal sebagai pribadi yang ramah, murah senyum, dan menyenangkan ketika berinteraksi. Kharis menjelaskan bahwa keceriaan bukan berarti mengabaikan kesedihan, melainkan menghadirkan sikap yang membuat orang lain merasa dihargai dan nyaman. Senyum, sapaan yang baik, dan perhatian sederhana dapat menjadi bentuk kebaikan yang diamalkan setiap hari. “Kita belajar dari Rasulullah SAW untuk menjadi pribadi yang menyenangkan, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga bagi orang-orang di sekitar kita,” ujar Kharis.
Akhlak kedua adalah sahlul khuluq, yaitu akhlak yang mulia dan agung. Kharis menjelaskan bahwa akhlak Rasulullah SAW sangat luhur. Beliau memperlakukan orang lain dengan kelembutan, kesabaran, dan penghormatan. Kemuliaan akhlak tidak hanya terlihat ketika menghadapi orang yang menyukai kita, tetapi juga ketika menghadapi perbedaan, kesalahan, dan perlakuan yang kurang menyenangkan.
Selanjutnya, akhlak ketiga adalah lainul janib, yang berarti hati yang lembut dan tidak sombong. Rasulullah SAW tidak bersikap keras atau angkuh kepada sesama. Beliau dekat dengan masyarakat, mau mendengarkan, dan menghargai orang lain. Akhlak ini mengajarkan agar seseorang tidak merasa lebih tinggi karena ilmu, jabatan, atau kedudukan, melainkan tetap rendah hati dan mudah bergaul. “Akhlak yang mulia itu bukan hanya bagaimana kita bersikap kepada orang yang kita sukai, tetapi juga bagaimana kita memperlakukan orang lain ketika ada perbedaan,” ungkap Kharis.
Pembahasan kemudian berlanjut pada akhlak keempat, yaitu menjaga lisan dan tidak pernah mencela. Rasulullah SAW mengajarkan agar perkataan menjadi sumber kebaikan, bukan luka bagi orang lain. Karena itu, Kharis mengingatkan pentingnya berhati-hati dalam berbicara, tidak menghina, tidak merendahkan, tidak menyebarkan aib, dan tidak membiasakan perkataan yang menyakitkan.
Pesan tersebut sejalan dengan QS. Al-Humazah, yang mengingatkan tentang bahaya mencela dan mengumpat. Menurut Kharis, menjaga lisan merupakan bagian penting dari akhlak karena perkataan yang baik dapat mempererat hubungan, sementara perkataan yang buruk dapat menimbulkan perpecahan.
Akhlak terakhir yang dibahas adalah tidak pernah kikir. Rasulullah SAW dikenal sebagai pribadi yang dermawan dan suka berbagi. Kharis menjelaskan bahwa kedermawanan tidak hanya berupa harta, tetapi juga waktu, ilmu, tenaga, perhatian, dan pertolongan. “Kedermawanan itu tidak selalu harus dalam bentuk harta. Kita bisa berbagi ilmu, waktu, tenaga, dan perhatian sesuai dengan kemampuan kita,” jelas Kharis.
Melalui pembahasan lima akhlak tersebut, Mutiara Pagi mengajak pendengar untuk menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari. Akhlak mulia dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti tersenyum, berbicara dengan baik, bersikap rendah hati, menjaga lisan, dan berbagi kepada sesama.
Perbincangan juga berlangsung interaktif melalui sambungan telepon dan pertanyaan pendengar yang masuk. Salah satu pendengar menanyakan bagaimana cara menjaga lisan ketika sedang marah agar tidak mengucapkan kata-kata yang menyakiti orang lain. Sementara itu, pertanyaan WhatsApp lainnya membahas cara meneladani sifat dermawan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan harta.
Dengan demikian, pembahasan Mutiara Pagi tidak hanya memberikan pemahaman tentang akhlak Rasulullah SAW, tetapi juga mengajak pendengar untuk mengamalkannya dalam kehidupan keluarga, lingkungan pendidikan, maupun masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....