Perguruan Tinggi Dorong Pertanian Terpadu Berbasis Green Economy di Konawe
- 03 Sep 2026 12:47 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Konawe - Tim perguruan tinggi mengimplementasikan Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) melalui penerapan Integrated Farming System berbasis green economy di Desa Womua Monapa, Kecamatan Pondidaha, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.
Program tersebut diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengembangan budidaya kedelai yang terintegrasi dengan pengolahan hasil pertanian dan pemanfaatan sumber daya lokal.
Kegiatan melibatkan Mitra PKK Desa Womua Monapa dan Kelompok Tani Mekarsari sebagai mitra utama. Masyarakat diberikan pendampingan mengenai budidaya kedelai, pemanfaatan sumber daya lokal, pengelolaan hasil pertanian, hingga pengembangan potensi ekonomi berbasis komoditas pertanian.
Ketua Tim Pelaksana PDB, Dr. Dhian Herdhiansyah, MP dari Program Studi Teknologi Pangan Universitas Halu Oleo, mengatakan pengembangan kedelai perlu dilakukan secara terintegrasi agar mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
“Pengembangan kedelai perlu dilihat sebagai sebuah sistem, bukan hanya kegiatan produksi di lahan. Ketika budidaya, pengolahan, pemanfaatan sumber daya lokal, dan pemasaran dapat diintegrasikan, maka peluang peningkatan nilai tambah bagi masyarakat akan semakin besar,” jelasnya.
Dalam program tersebut, Integrated Farming System menjadi pendekatan untuk mengoptimalkan sumber daya yang tersedia di desa dengan menghubungkan berbagai aktivitas pertanian.
Budidaya kedelai menjadi salah satu fokus utama karena selain sebagai sumber pangan, komoditas tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi berbagai produk olahan bernilai ekonomi.
Keterlibatan PKK Desa Womua Monapa diarahkan pada pengembangan pengolahan dan pemanfaatan hasil pertanian. Sementara Kelompok Tani Mekarsari berperan dalam kegiatan budidaya serta penerapan teknologi pertanian di lapangan.
Melalui kolaborasi tersebut, hasil budidaya kedelai diharapkan tidak hanya dipasarkan sebagai komoditas mentah, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk pangan olahan yang memiliki nilai tambah dan membuka peluang usaha bagi masyarakat.
Program PDB juga menekankan penerapan prinsip green economy dalam kegiatan pertanian dan pengolahan pangan.
Prinsip tersebut dilakukan melalui pemanfaatan sumber daya lokal, efisiensi penggunaan input pertanian, pengurangan limbah, serta pemanfaatan kembali hasil samping pertanian.
Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi usaha tani sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap sumber daya dari luar desa.
Dalam jangka panjang, sistem pertanian terpadu berbasis ekonomi hijau tersebut diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan yang dapat diterapkan di desa lain dengan karakteristik dan potensi komoditas yang serupa.
Program PDB ini dilaksanakan oleh tim lintas disiplin dari sejumlah perguruan tinggi. Selain Dr. Dhian Herdhiansyah, tim terdiri atas Dr. La Ode Alwi dari Program Studi Agribisnis Universitas Halu Oleo, LM Fid Aksara, M.Kom dari Program Studi Teknik Informatika Universitas Halu Oleo, Dr. Mahdar dari Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Nahdlatul Ulama Sulawesi Tenggara, serta Dr. Ir. Asriani dari Program Studi Teknologi Industri Pertanian Universitas Muhammadiyah Kendari.
Masing-masing bidang keilmuan berkontribusi dalam pengembangan program, mulai dari teknologi budidaya dan pengolahan pangan, agribisnis, pemanfaatan teknologi informasi, komunikasi pemberdayaan masyarakat, hingga pengembangan teknologi industri pertanian.
Kolaborasi lintas disiplin tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem pemberdayaan yang mencakup produksi, teknologi, pengolahan, kelembagaan, komunikasi, dan pengembangan pasar.
Pelaksanaan kegiatan memperoleh dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melalui Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) Tahun Anggaran 2026.
Tim pelaksana juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Desa Womua Monapa, PKK Desa Womua Monapa, serta Kelompok Tani Mekarsari dalam pelaksanaan program.
Program tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas masyarakat Desa Womua Monapa dalam mengelola potensi pertanian secara berkelanjutan, sekaligus mendorong tumbuhnya ekosistem usaha berbasis kedelai yang mampu meningkatkan nilai tambah dan kemandirian ekonomi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....