OJK Perkuat Pembiayaan UMKM melalui Inovasi Teknologi Keuangan

  • 02 Sep 2026 19:05 WIB
  •  Kendari
Poin Utama
  • OJK memperkuat pemanfaatan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK) sebagai strategi untuk memperluas jangkauan pembiayaan bagi UMKM di seluruh daerah.
  • Forum Sinergi Pengembangan Ekonomi Daerah melalui Pemanfaatan ITSK diselenggarakan di Batam, Kepulauan Riau.
  • Inisiatif ini bertujuan mendukung pengembangan potensi ekonomi daerah sambil meningkatkan akses keuangan bagi pelaku usaha mikro dan kecil.

RRI.CO.ID, Batam - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat pemanfaatan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK) untuk memperluas akses pembiayaan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sekaligus mendukung pengembangan potensi ekonomi daerah.

Upaya tersebut dilakukan melalui Forum Sinergi Pengembangan Ekonomi Daerah melalui Pemanfaatan ITSK yang berlangsung pada 31 Agustus hingga 1 September 2026 di Batam, Kepulauan Riau.

Forum yang merupakan bagian dari Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) tersebut mempertemukan pemerintah daerah, sektor jasa keuangan, pelaku UMKM, industri teknologi dan perguruan tinggi untuk membahas pemanfaatan teknologi dalam memperluas pembiayaan sektor produktif.

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK Adi Budiarso mengatakan teknologi keuangan dapat membuka akses pembiayaan bagi pelaku usaha yang sebelumnya belum terjangkau layanan sektor keuangan.

“Teknologi keuangan kita dapat membuka akses pembiayaan yang sebelumnya belum terjangkau oleh sektor keuangan,” kata Adi.

Menurut Adi, pengembangan ekonomi digital membutuhkan kolaborasi lintas sektor dengan tetap memperhatikan aspek kepercayaan, keamanan dan keberlanjutan ekosistem keuangan.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kepulauan Riau melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan Andri Rizal menyampaikan bahwa transformasi digital perlu menjadi bagian dari strategi pembangunan ekonomi, terutama bagi daerah kepulauan yang memiliki tantangan dalam menjangkau layanan keuangan.

“Pulau yang jauh tidak boleh berarti jauh dari layanan keuangan. Masyarakat di wilayah perbatasan tidak boleh tertinggal dalam mengakses teknologi. UMKM di daerah tidak boleh kalah hanya karena keterbatasan akses terhadap pasar dan pembiayaan,” kata Andri.

Andri menilai digitalisasi transaksi perlu diikuti pembukuan usaha, pemanfaatan data transaksi, akses pembiayaan, pemasaran digital serta peningkatan kapasitas pelaku usaha agar mampu meningkatkan daya saing.

OJK juga mendorong pemanfaatan teknologi dan data melalui Pemeringkat Kredit Alternatif (PKA) dan Penyelenggara Agregasi Jasa Keuangan (PAJK) untuk membantu memperluas akses pembiayaan UMKM.

Model tersebut antara lain diterapkan dalam pengembangan ekosistem sapi perah di Jawa Timur melalui sistem Enterprise Resource Planning (ERP) yang menghasilkan data alternatif untuk mendukung pembentukan credit scoring calon debitur.

Di Kepulauan Riau, pemanfaatan PAJK masih memiliki ruang pengembangan karena penyaluran kredit saat ini masih didominasi sektor korporasi, sementara pembiayaan UMKM perlu terus diperluas.

Forum tersebut juga membahas potensi pemanfaatan PKA dan PAJK untuk mendukung UMKM, pariwisata, ekonomi kreatif, industri digital dan perikanan melalui kegiatan strategic focus group discussion, technical focus group discussion dan business matching.

Selain memperluas akses pembiayaan, OJK juga memperkuat literasi keuangan digital generasi muda melalui kegiatan Digital Financial Literacy di Politeknik Negeri Batam yang diikuti lebih dari 500 mahasiswa dari 6 perguruan tinggi.

Adi Budiarso mengatakan generasi muda perlu memahami peluang sekaligus risiko dalam perkembangan keuangan digital agar dapat berpartisipasi secara produktif dan bertanggung jawab.

“Generasi muda Indonesia berada di momen yang sangat tepat, ekosistem keuangan digital kita sedang tumbuh luar biasa cepat, dan mereka punya kesempatan untuk menjadi bagian dari transformasi ini,” kata Adi.

OJK juga mengingatkan masyarakat agar memahami risiko keamanan digital, penipuan, fluktuasi harga dan keputusan investasi berbasis tren sebelum menggunakan produk keuangan digital.

Melalui penguatan sinergi dengan pemerintah daerah, industri, perguruan tinggi dan pemangku kepentingan lainnya, OJK mendorong pemanfaatan teknologi dan data untuk memperluas akses keuangan, meningkatkan nilai tambah UMKM serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....