OJK Sultra dan KKP Dorong Keuangan Inklusif di KNMP Sorue Jaya

  • 18 Agt 2026 19:59 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Konawe - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong penguatan akses keuangan masyarakat pesisir melalui Soft Launching Kolaborasi Program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Desa Sorue Jaya, Kabupaten Konawe, Senin, 17 Agustus 2026.

Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha, mengatakan pengembangan ekosistem keuangan tersebut merupakan kelanjutan dari program pendampingan inkubasi keuangan yang telah berjalan sejak awal 2026.

“Penguatan ekonomi masyarakat pesisir ini kita lakukan melalui tiga tahapan, mulai dari prainkubasi, inkubasi, hingga pascainkubasi. Ke depan, untuk menjaga keberlanjutan program ini, kami berencana membangun financial center di KNMP Desa Sorue Jaya,” ujar Bismi.

Pada tahap pascainkubasi, OJK memberikan edukasi dan bimbingan teknis pengelolaan keuangan kepada nelayan, pelaku UMKM, ibu rumah tangga pelaku usaha, serta pelajar di kawasan KNMP.

OJK juga memfasilitasi akses masyarakat terhadap berbagai layanan jasa keuangan, mulai dari Kredit Usaha Rakyat (KUR), pembiayaan kelompok perempuan, hingga pembukaan rekening tabungan bagi anak-anak nelayan.

Berdasarkan data Januari hingga Juli 2026, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk telah menyalurkan kredit kepada 49 debitur dengan total plafon Rp1,527 miliar, membuka rekening tabungan bagi 52 nasabah pesisir, serta menyediakan satu Agen BRILink.

Sementara pembiayaan PNM Mekaar kepada kelompok usaha perempuan telah diberikan kepada 23 debitur dengan total plafon Rp183,5 juta, sedangkan Bank Sultra membuka 30 rekening Simpanan Pelajar (SimPel) dan PT BPR Bahteramas Konawe membuka 44 rekening.

Bank Indonesia juga memberikan dukungan berupa 10 unit alat pendeteksi ikan atau fish finder bagi nelayan.

Menurut Bismi, ekosistem keuangan di KNMP Sorue Jaya tidak hanya mencakup pembiayaan dan literasi keuangan, tetapi juga perlindungan sosial bagi pekerja sektor kelautan.

“Untuk tahap ini, BPJS Ketenagakerjaan telah memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada 22 nelayan. Ke depan, model kolaborasi ini akan terus kita perluas agar bisa menjangkau seluruh nelayan di Sulawesi Tenggara,” katanya.

Program tersebut melibatkan KKP, OJK, pemerintah daerah, serta berbagai pelaku usaha jasa keuangan untuk memperluas akses masyarakat pesisir terhadap layanan keuangan formal sekaligus mendukung pengembangan usaha.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....