Karhutla di Lalolae Kolaka Timur Capai 110 Hektare

  • 28 Agt 2026 20:14 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Lalolae, Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, telah mencapai sekitar 110 hektare hingga Jumat (28/8/2026).

Kebakaran terjadi di tiga wilayah, yakni Desa Wesalo, Desa Kesio, dan Kelurahan Lalolae. Penanganan masih terus dilakukan oleh tim terpadu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kolaka Timur bersama unsur terkait.

Kepala BPBD Kolaka Timur, Dewa Made Ratmawan, mengatakan karhutla di Kecamatan Lalolae telah berlangsung sejak Jumat pekan sebelumnya. Api sempat mereda, namun kembali membesar pada Rabu (26/8/2026).

“Kebakaran di Kecamatan Lalolae ini sejak berlangsung Jumat lalu, cuma sempat reda. Namun, hari Rabu mulai membesar lagi, jadi kami lakukan penanganan berlanjut,” kata Made Ratmawan saat dikonfirmasi, Jumat (28/8/2026).

Menurutnya, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala, terutama keterbatasan peralatan. Panjang selang yang tersedia belum mampu menjangkau seluruh titik api sehingga petugas kesulitan mengalirkan air ke sejumlah lokasi yang terbakar.

Kondisi tersebut semakin sulit karena sumber air berada cukup jauh dari lokasi kebakaran. Di Desa Wesalo, misalnya, jarak sumber air dengan titik karhutla mencapai lebih dari empat kilometer.

“Kendala kami peralatan selang masih kurang panjang, sehingga tidak bisa menjangkau seluruh titik api untuk pemadaman, dan jarak sumber air juga sangat jauh,” jelasnya.

Selain keterbatasan peralatan dan sumber air, akses menuju sejumlah titik kebakaran juga sulit. Kondisi cuaca panas disertai tiupan angin kencang turut meningkatkan risiko api kembali menyala dan menyebar ke area lainnya.

Petugas juga menghadapi tantangan berupa lapisan gambut yang cukup tebal. Bara api dapat bertahan di bawah permukaan tanah meskipun kobaran api di permukaan telah terlihat padam.

Bara yang masih tersimpan di dalam lapisan gambut tersebut berpotensi kembali memicu kebakaran ketika mendapat suplai oksigen atau tertiup angin.

Karena itu, proses pemadaman dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan bara dan titik-titik api di kawasan tersebut benar-benar terkendali.

“Saat ini tim terpadu BPBD Koltim masih melakukan pemadaman di TKP karhutla,” ujar Made Ratmawan.

BPBD Kolaka Timur terus mengupayakan penanganan di sejumlah titik terdampak sekaligus melakukan pemantauan untuk mencegah api kembali meluas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....