Pemkab Konawe Dorong Wisata Pesisir dan UMKM lewat Festival Bahari Tanjung Lalimb

  • 28 Agt 2026 20:22 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Pemerintah Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, mendorong pengembangan potensi wisata pesisir sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat melalui Kemah Bakti dan Festival Wisata Bahari Tanjung Lalimbue.

Kegiatan tersebut resmi dibuka di kawasan wisata Tanjung Lalimbue, Desa Lalimbue, Kecamatan Kapoiala, Kabupaten Konawe, Jumat (28/8/2026).

Festival yang berlangsung selama tiga hari, 28 hingga 30 Agustus 2026, menjadi salah satu upaya pemerintah daerah memperkenalkan potensi wisata bahari sekaligus membuka ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk meningkatkan aktivitas ekonomi.

Berdasarkan informasi Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Konawe, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah mengembangkan kawasan pesisir sebagai destinasi wisata sekaligus pusat kegiatan ekonomi kreatif masyarakat.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Konawe, Aswar, mengatakan pihaknya bersama jajaran pemerintah desa dan Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Konawe siap mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.

Menurut Aswar, Kemah Bakti dan Festival Wisata Bahari Tanjung Lalimbue merupakan kegiatan perdana yang digelar di kawasan pesisir Kabupaten Konawe.

“Jajaran Dinas PMD Kabupaten Konawe bersama APDESI Kabupaten Konawe menyambut baik dan siap menyukseskan kegiatan Kemah Bakti dan Festival Wisata Bahari Tanjung Lalimbue,” ujar Aswar, Jumat (28/8/2026).

Ia menilai kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana rekreasi dan promosi wisata, tetapi juga dapat memberikan dampak ekonomi secara langsung bagi masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.

Festival tersebut dinilai dapat menggerakkan aktivitas UMKM sekaligus menjadi wadah untuk memperkenalkan berbagai potensi wisata yang berada di wilayah Kecamatan Lalonggasumeeto, Soropia, dan Kapoiala.

“UMKM keluarga kita pasti hidup. Selain itu, kita juga bisa jadikan kegiatan ini sebagai ajang promosi dan sosialisasi potensi pariwisata kita,” jelasnya.

Untuk memastikan manfaat ekonomi dirasakan pelaku usaha lokal, Aswar mengimbau peserta dan pengunjung tidak membawa makanan maupun minuman dari luar selama kegiatan berlangsung.

Menurutnya, kebijakan tersebut diharapkan dapat mendorong pengunjung membeli kebutuhan konsumsi dari pedagang dan pelaku UMKM yang berjualan di lokasi festival.

“Makanya saya sampaikan kepada teman-teman, jangan bawa makanan jadi, agar penjual makanan, minuman, dan UMKM lainnya benar-benar merasakan manfaat kegiatan ini,” katanya.

Aswar berharap Kemah Bakti dan Festival Wisata Bahari Tanjung Lalimbue tidak berhenti sebagai kegiatan perdana, tetapi dapat menjadi agenda rutin pemerintah daerah.

Ia menyebut keberlanjutan kegiatan serupa dapat menjadi salah satu instrumen untuk mendorong pemerataan pembangunan, meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat, serta mengoptimalkan pendapatan asli daerah melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Harapannya kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda rutin pemerintah daerah sehingga potensi wisata dan ekonomi kreatif yang ada di daerah dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....