Tanggul Kali Wanggu Kendari Dibangun Tahun Ini

  • 28 Agt 2026 07:24 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Pembangunan tanggul beton sepanjang 50 meter di Kali Wanggu, Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), ditargetkan mulai dikerjakan tahun ini.

Tanggul tersebut dirancang memiliki tinggi sekitar tiga meter dan menjadi salah satu langkah pemerintah dalam mengurangi risiko banjir yang kembali mengancam kawasan sekitar Kali Wanggu.

Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari, Muhammad Harliansyah, mengatakan anggaran untuk pembangunan konstruksi telah disiapkan. Namun, pekerjaan fisik masih menunggu proses pengadaan dan pembebasan lahan yang saat ini tengah dilakukan pemerintah daerah.

“Dana konstruksi sudah kita siapkan, tahun ini insya Allah akan kita bangun. Saat ini sedang dipersiapkan pengadaan lahan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dan didukung Pemerintah Kota Kendari. Jadi persiapan untuk pembangunan konstruksinya sudah mulai dilakukan, tinggal masalah lahan yang harus kita selesaikan terlebih dahulu,”=ujarnya, Jumat 28 Agustus 2026.

Menurutnya, penyelesaian persoalan lahan menjadi tahapan penting sebelum pekerjaan konstruksi dapat dimulai. BWS Sulawesi IV Kendari berharap proses tersebut dapat segera dituntaskan sehingga pembangunan tanggul tidak melewati target yang telah ditetapkan.

Harliansyah menegaskan, pembangunan tanggul sepanjang 50 meter tersebut ditargetkan rampung pada tahun ini. Kehadiran tanggul diharapkan mampu memberikan perlindungan awal bagi kawasan yang berada di sekitar aliran Kali Wanggu.

“Kita targetkan tahun ini selesai karena konstruksinya sudah kita persiapkan. Hanya masalah lahan dulu yang kita selesaikan. Setelah persoalan lahan selesai, pekerjaan fisik bisa segera dilaksanakan sesuai dengan kesiapan yang sudah kita lakukan,” ujarnya.

Pembangunan tanggul ini menjadi bagian dari upaya penanganan dampak banjir setelah kawasan Kali Wanggu mengalami banjir pada Mei 2026 lalu. Kondisi tersebut mendorong perlunya langkah cepat untuk mengurangi potensi kejadian serupa kembali terjadi.

Meski demikian, Harliansyah menyebut tanggul beton tersebut bukan menjadi solusi permanen untuk persoalan banjir di wilayah tersebut. Infrastruktur itu diposisikan sebagai langkah jangka pendek sembari pemerintah menyiapkan penanganan yang lebih menyeluruh.

Untuk penanganan jangka panjang, BWS Sulawesi IV Kendari menyiapkan pembangunan Kolam Retensi Nanga-Nanga di kawasan Amohalo, Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga. Proyek tersebut direncanakan mulai dibangun pada 2027 hingga 2028.

Kolam Retensi Nanga-Nanga dirancang memiliki kawasan seluas 53,72 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 45,54 hektare akan menjadi area tampungan dengan kapasitas mencapai 1,58 juta meter kubik.

Keberadaan kolam retensi tersebut diharapkan dapat menahan dan mengendalikan limpasan air sebelum masuk ke kawasan permukiman. Dengan kapasitas tampungan yang besar, infrastruktur ini diproyeksikan menjadi bagian utama dari sistem pengendalian banjir Kota Kendari.

Berdasarkan data yang dipaparkan Wali Kota Kendari sebelumnya, pembangunan Kolam Retensi Nanga-Nanga diperkirakan mampu mereduksi risiko banjir hingga 54,14 persen.

Pembangunan kolam retensi tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran sebesar Rp385,3 miliar. Nilai kebutuhan anggaran secara rinci mencapai Rp385.342.848.000 dan menjadi bagian dari rencana penanganan banjir jangka panjang di Kota Kendari.

Dengan pembangunan tanggul sebagai langkah awal dan kolam retensi sebagai penanganan jangka panjang, pemerintah berharap persoalan banjir di kawasan Kali Wanggu dapat ditangani secara bertahap dan lebih terintegrasi.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....