Cuaca Panas Perlu Diwaspadai, Sejumlah Gangguan Kesehatan Mengintai

  • 17 Agt 2026 10:20 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Kondisi cuaca panas dan terik yang terjadi di sejumlah wilayah perlu diantisipasi masyarakat, terutama bagi mereka yang banyak beraktivitas di luar ruangan pada siang hari.

Paparan suhu panas dapat membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan dan mengalami kelelahan. Jika tidak diimbangi dengan asupan cairan dan waktu istirahat yang cukup, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi gangguan kesehatan yang lebih serius.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi dampak cuaca panas dan kondisi udara yang lebih kering, termasuk dengan menjaga kecukupan cairan tubuh ketika beraktivitas di luar ruangan.

Kementerian Kesehatan menyebut sejumlah gangguan kesehatan dapat muncul atau semakin berisiko ketika tubuh menghadapi kondisi panas. Beberapa di antaranya yakni sakit kepala atau migrain, panas dalam, infeksi saluran pernapasan, sakit mata, demam tinggi serta dehidrasi dan heatstroke.

Dehidrasi menjadi salah satu kondisi yang perlu mendapat perhatian karena tubuh kehilangan lebih banyak cairan melalui keringat. Tanda-tandanya antara lain kelelahan, kulit kering serta perubahan pada warna urine.

Paparan panas yang berlebihan juga dapat menyebabkan kelelahan akibat panas. Kondisi tersebut perlu diwaspadai terutama oleh masyarakat yang bekerja atau beraktivitas dalam waktu lama di bawah sinar matahari.

Pada kondisi yang lebih berat, paparan panas dapat memicu heatstroke. Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa cuaca panas dapat dengan cepat memicu masalah kesehatan akut seperti heatstroke, dehidrasi berat dan kelelahan ekstrem.

Untuk mengurangi risiko tersebut, masyarakat dianjurkan mencukupi kebutuhan cairan, menggunakan pakaian yang nyaman dan menyerap keringat serta mengurangi paparan langsung sinar matahari. Penggunaan pelindung seperti payung, topi atau tabir surya juga dapat membantu melindungi tubuh dari paparan matahari.

Masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan disarankan mengatur waktu kegiatan dan memberikan kesempatan bagi tubuh untuk beristirahat, khususnya ketika kondisi matahari sedang terik. Asupan buah dan sayur juga penting untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan dan nutrisi tubuh.

Apabila mengalami keluhan kesehatan setelah terpapar cuaca panas, masyarakat diimbau tidak memaksakan diri untuk tetap beraktivitas dan segera mencari pertolongan medis apabila gejala memburuk. Kewaspadaan dan penerapan pola hidup sehat menjadi langkah penting agar aktivitas masyarakat tetap berjalan tanpa mengabaikan kondisi kesehatan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....