Pembinaan Paskibraka Sultra Perkuat Karakter Generasi Muda
- 16 Agt 2026 11:23 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Sebanyak 49 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka atau Paskibraka Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2026 siap menjalankan tugas pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat provinsi.
Puluhan anggota Paskibraka tersebut berasal dari 16 kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara, setelah melalui proses seleksi dan tahapan pembinaan sebelum ditetapkan sebagai pasukan yang akan bertugas pada peringatan kemerdekaan.
Kabupaten Konawe Kepulauan menjadi satu-satunya daerah di Sulawesi Tenggara yang tidak mengirimkan perwakilan pada Paskibraka tingkat provinsi tahun ini.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Sulawesi Tenggara, Adrian Nursalam, mengatakan seluruh anggota Paskibraka telah menjalani proses pembinaan secara bertahap sebagai persiapan menjalankan tugas sekaligus membangun karakter generasi muda.
Masa pembinaan tersebut berlangsung sejak 27 Juli hingga 20 Agustus 2026, dengan rangkaian kegiatan yang tidak hanya berorientasi pada kesiapan pelaksanaan upacara, tetapi juga memberikan pembekalan mengenai nilai-nilai kebangsaan dan kehidupan bermasyarakat.
"Selama proses pembinaan, anak-anak ini tidak hanya kita persiapkan untuk bagaimana melaksanakan tugas pengibaran dan penurunan bendera. Mereka juga diberikan berbagai materi yang berkaitan dengan bela negara, wawasan kebangsaan, kedisiplinan, pembentukan karakter, termasuk edukasi mengenai bahaya narkotika. Jadi ada pembinaan yang sifatnya fisik, tetapi ada juga pembentukan mental dan karakter." ujarnya, Sabtu 15 Agustus 2025 pada moment pengukuhan Paskibraka Sultra 2026.
Adrian menjelaskan, materi bela negara diberikan untuk menanamkan rasa cinta tanah air dan kesadaran mengenai tanggung jawab sebagai generasi muda dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sementara itu, wawasan kebangsaan menjadi bagian dari pembinaan untuk memperkuat pemahaman para anggota mengenai nilai-nilai kebangsaan, sehingga tugas sebagai Paskibraka dapat dimaknai lebih dari sekadar pelaksanaan upacara.
Menurut Adrian, kedisiplinan juga menjadi salah satu aspek utama yang terus dibangun selama masa pembinaan. Para anggota dibiasakan mengikuti aturan, menghargai waktu, menjalankan instruksi serta membangun kekompakan dalam satu kesatuan pasukan.
"Kedisiplinan ini menjadi bagian yang sangat penting karena mereka harus mampu bekerja dalam satu tim. Mereka belajar bagaimana mengikuti aturan, menghargai waktu, mendengarkan instruksi dan bertanggung jawab terhadap tugas masing-masing. Harapannya, kedisiplinan itu tidak hanya berlaku selama menjadi Paskibraka, tetapi bisa mereka bawa ke sekolah, keluarga dan lingkungan mereka." tambahnya.
Selain materi kebangsaan dan kedisiplinan, para anggota juga mendapatkan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika. Pembekalan tersebut diberikan sebagai upaya memperkuat ketahanan generasi muda agar mampu menjaga diri dari berbagai ancaman yang dapat merusak masa depan.
Pembentukan karakter turut menjadi bagian dari rangkaian pembinaan. Para anggota diarahkan untuk memiliki rasa tanggung jawab, kerja sama, kepemimpinan, serta sikap saling menghargai di tengah perbedaan latar belakang daerah asal.
| Baca juga: Membangun Karakter Melalui Sekolah Rakyat |
Adrian mengatakan, keberagaman asal daerah para anggota menjadi salah satu kekuatan yang harus dijaga melalui kekompakan selama menjalankan tugas. Meskipun berasal dari daerah yang berbeda, seluruh anggota membawa nama Sulawesi Tenggara ketika menjalankan tugas di tingkat provinsi.
Mereka ini datang dari daerah yang berbeda-beda, tetapi ketika sudah menjadi Paskibraka Provinsi Sulawesi Tenggara, mereka adalah satu kesatuan. Karena itu kita tekankan kebersamaan, kekompakan dan tanggung jawab. Apa yang mereka dapatkan selama pembinaan ini mudah-mudahan menjadi bekal yang terus mereka bawa setelah tugas Paskibraka selesai." lanjutnya.
Setelah menjalani rangkaian pembinaan, 49 anggota Paskibraka Sulawesi Tenggara dipersiapkan untuk menjalankan tugas pada upacara pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara berharap pengalaman selama menjadi Paskibraka dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi para anggota, terutama dalam membangun kedisiplinan, wawasan kebangsaan dan karakter sebagai generasi muda yang akan melanjutkan pembangunan daerah dan bangsa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....