Membangun Generasi Muda yang Berkarakter dan Berwawasan Kebangsaan
- 27 Agt 2026 13:10 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Membangun generasi muda yang berkarakter dan berwawasan kebangsaan menjadi fokus utama dalam Dialog Sultra Siang di Pro 1 RRI Kendari, Kamis 27 Agustus 2026. Acara berdurasi satu jam tersebut menghadirkan dua narasumber kunci, yaitu Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulawesi Tenggara, Andrian Nursalam, dan Sekretaris Kwarda Gerakan Pramuka Sulawesi Tenggara, Aryo Wira Setyawan.
Dialog yang dipandu oleh penyiar Yudha, membahas strategi penguatan nilai-nilai kebangsaan di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital.
Peran Kesbangpol dalam Pembinaan Karakter
Andrian Nursalam menekankan, pembinaan karakter generasi muda tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan memerlukan sinergi antara pemerintah, keluarga, dan masyarakat. Ia mencontohkan program pembinaan Paskibraka Sulawesi Tenggara yang tidak hanya berfokus pada keterampilan baris-berbaris, tetapi juga menanamkan nilai disiplin, integritas, kepemimpinan, dan semangat pengabdian kepada bangsa.
“Materi bela negara dan wawasan kebangsaan diberikan untuk menanamkan rasa cinta tanah air serta kesadaran tanggung jawab sebagai generasi muda dalam menjaga persatuan dan keutuhan NKRI,” ujar Andrian. Selain itu, pemahaman nilai-nilai kebangsaan menjadi fondasi agar pemuda tidak mudah terpengaruh oleh narasi radikal atau hoaks yang dapat memecah belah bangsa.
Gerakan Pramuka sebagai Wadah Pembentukan Karakter
Sementara itu, Aryo Wira Setyawan menyoroti peran strategis Gerakan Pramuka dalam membentuk karakter generasi muda melalui kegiatan yang mengedepankan kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, dan kerja sama. Menurutnya, pengalaman langsung dalam kegiatan kepramukaan membantu peserta membangun rasa percaya diri, kemampuan berkomunikasi, serta memahami konsekuensi dari setiap tugas yang diemban.
“Pramuka bukan sekadar kegiatan luar ruang, tetapi laboratorium hidup untuk melatih kepemimpinan dan nilai-nilai kebangsaan sejak dini,” kata Aryo. Ia juga mengajak pemuda Sulawesi Tenggara untuk aktif memproduksi konten positif yang mengangkat kearifan lokal dan mempromosikan persatuan di ruang digital.
Sinergi untuk Generasi Emas
Kedua narasumber sepakat bahwa pembangunan karakter dan wawasan kebangsaan memerlukan pendekatan terpadu yang menggabungkan pendidikan nilai, pengalaman langsung, serta pemanfaatan ruang digital secara bijak. Program seperti Kemah Kebangsaan, pelatihan dasar Resimen Mahasiswa, dan kegiatan Pramuka dirancang sebagai “laboratorium hidup” bela negara di mana peserta belajar melalui simulasi sejarah, kerja tim, dan bakti sosial.
Dialog Sultra Siang ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi berbagai pihak, termasuk sekolah, organisasi kepemudaan, dan pemerintah daerah, untuk terus memperkuat program pembinaan karakter dan wawasan kebangsaan bagi generasi muda Sulawesi Tenggara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....