Mutiara Pagi: Khusyuk dalam Sholat Dimulai dari Hati dan Kesempurnaan Gerakan
- 05 Jul 2026 11:45 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Kekhusyukan dalam sholat tidak hanya ditentukan oleh ketenangan hati, tetapi juga oleh kesesuaian setiap gerakan dengan tuntunan syariat Islam. Hal tersebut disampaikan KH Hasanuri, S.H., M.H.I. dalam dialog Mutiara Pagi RRI, Sabtu 4 Juli 2026 yang mengangkat tema Tips Agar Sholat Bisa Khusyuk.
Dalam perbincangan tersebut, KH Hasanuri menjelaskan, sholat merupakan ibadah yang menyatukan aspek spiritual dan fisik. Karena itu, setiap gerakan harus dilakukan dengan tuma'ninah dan sesuai contoh Rasulullah SAW.
"Ketika rukuk misalnya, posisi punggung hendaknya lurus, tidak terlalu membungkuk dan tidak pula terlalu tegak. Begitu pula ketika sujud, duduk di antara dua sujud, maupun tahiyat, semuanya memiliki tuntunan yang jika dilakukan dengan benar bukan hanya menyempurnakan ibadah, tetapi juga memberi manfaat bagi kesehatan tubuh," ujar KH Hasanuri.
Kyai Hasanuri menambahkan, ritme gerakan yang tenang mampu memberikan efek relaksasi, memperlancar peredaran darah, menjaga kelenturan persendian, sekaligus membantu seseorang lebih fokus dalam bermunajat kepada Allah SWT.
Menurutnya, Allah telah memberikan petunjuk agar setiap muslim menjadikan sholat sebagai sarana memohon pertolongan. Hal tersebut sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 45 yang memerintahkan umat Islam meminta pertolongan kepada Allah dengan kesabaran dan sholat.
"Orang yang khusyuk akan merasakan bahwa sholat adalah tempat terbaik untuk mengadu kepada Allah. Dari sanalah lahir ketenangan hati dalam menghadapi persoalan hidup," katanya.
KH Hasanuri juga menjelaskan, khusyuk merupakan keadaan batin yang dipenuhi rasa tunduk, penghayatan, dan kesadaran penuh bahwa seorang hamba sedang berdiri di hadapan Allah SWT.
Dalam dialog tersebut, Kyai Hasanuri mengutip penjelasan para ulama, salah satunya Imam Abu Hamid Al-Ghazali dalam Ihya' Ulumuddin), menyebutkan enam unsur yang membantu menghadirkan kekhusyukan dalam sholat, yaitu:
- Hudhurul Qalb atau Hadirnya hati
Hati benar-benar hadir ketika sholat, tidak disibukkan oleh urusan dunia, sehingga seluruh perhatian tertuju kepada Allah SWT. - At-Tafahhum atau Memahami bacaan
Berusaha memahami makna ayat, doa, dan dzikir yang dibaca sehingga setiap lafaz memiliki pengaruh terhadap hati. - At-Ta'zhim atau Mengagungkan Allah
Menyadari kebesaran, keagungan, dan kemuliaan Allah SWT sehingga muncul rasa hormat yang mendalam. - Al-Haibah atau Rasa takut dan segan kepada Allah
Timbul rasa takut karena menyadari kebesaran Allah sekaligus menyadari banyaknya kekurangan dan dosa yang dimiliki. - Ar-Raja' atau Berharap kepada Allah
Berharap agar seluruh ibadah diterima, dosa diampuni, doa dikabulkan, serta memperoleh rahmat dan ridha Allah SWT. - Al-Haya' atau Rasa malu kepada Allah
Merasa malu atas kelalaian dalam menjalankan perintah-Nya, atas dosa-dosa yang pernah dilakukan, serta bertekad memperbaiki kualitas ibadah.
"Kalau enam unsur ini terus kita latih, insya Allah kualitas sholat akan meningkat. Sholat bukan lagi sekadar kewajiban, tetapi menjadi kebutuhan ruhani yang menghadirkan ketenangan dalam kehidupan," tutup KH Hasanuri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....