Pemerintah Kota Kendari Gunakan Data Kendalikan Harga Pangan
- 02 Jul 2026 13:24 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari – Pemerintah Kota Kendari mengikuti rapat rilis Indeks Harga Konsumen dan angka inflasi yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik Kota Kendari, kegiatannya berlangsung di Ruang Rapat BPS dipimpin langsung oleh Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah Kota Kendari, Winarti Ismail, AP., M.M., mewakili pemerintah daerah, Rabu 1 Juli 2026.
Berdasarkan rilis resmi, pada bulan Juni 2026 Kota Kendari tercatat mengalami inflasi tahunan (year on year) sebesar 5,14 persen. Kenaikan ini terutama didorong oleh kelompok transportasi sebesar 9,57 persen, disusul kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 6,30 persen, serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 6,20 persen. Kenaikan juga terjadi pada perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga 4,69 persen, serta pendidikan 4,61 persen.
Sementara itu, kenaikan lebih rendah terjadi pada perlengkapan rumah tangga 2,71 persen; informasi dan komunikasi 2,05 persen; penyediaan makanan dan minuman 2,04 persen; serta kesehatan 1,18 persen. Sebagai penyeimbang, kelompok pakaian dan alas kaki justru turun 0,94 persen, sedangkan kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya relatif stabil. Secara rinci, inflasi bulanan tercatat 1,50 persen dan inflasi sejak awal tahun mencapai 4,39 persen.
Menanggapi data tersebut,Kabag Ekonomi Sekretariat Daerah Kota Kendari, Winarti Ismail, AP., M.M., menegaskan angka yang disajikan menjadi landasan utama bagi pemerintah untuk merumuskan langkah pengendalian yang terukur dan tepat sasaran. Dikatakan, pemerintah daerah berkomitmen memperkuat sinergi bersama BPS, Bank Indonesia, serta seluruh pemangku kepentingan guna menjaga pasokan, kelancaran distribusi, dan keterjangkauan harga barang kebutuhan pokok.
“Data ini menjadi dasar penyusunan kebijakan pengendalian yang akan dikoordinasikan secara ketat melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah. Segala upaya akan kita arahkan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan pertumbuhan ekonomi berjalan sehat dan berkelanjutan,” tegas Winarti.
Dengan pemantauan yang cermat serta kebijakan yang sepenuhnya didasarkan pada data yang akurat dan terkini, stabilitas harga diharapkan dapat terjaga dengan baik. Langkah ini menjadi kunci agar dampak kenaikan harga dapat diredam, kebutuhan pokok tetap terjamin ketersediaannya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....