Wali Kota Kendari Dorong Penguatan Tim Pendamping Keluarga

  • 30 Agt 2026 11:04 WIB
  •  Kendari
Poin Utama
  • Wali Kota Kendari dr. Hj. Siska Karina Imran mendorong penguatan peran Tim Pendamping Keluarga sebagai strategi utama dalam mencegah dan menurunkan angka stunting di Kota Kendari.
  • Kegiatan Advokasi dan Promosi Bangga Kencana melibatkan Pokja dan stakeholder terkait dalam rangka penguatan Gerakan Orang Tua Asuh serta Tim Pendamping Keluarga Tingkat Kota Kendari pada tahun 2026.

RRI.CO.ID, Kendari - Wali Kota Kendari dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM., mendorong penguatan peran Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam upaya mencegah dan menurunkan angka stunting di Kota Kendari.

Hal tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Advokasi dan Promosi Bangga Kencana oleh Pokja kepada stakeholder terkait Gerakan Orang Tua Asuh serta Penguatan Tim Pendamping Keluarga Tingkat Kota Kendari Tahun 2026 di Aula Samaturu Balai Kota Kendari, Rabu (26/8/2026).

Wali Kota Siska mengatakan TPK merupakan ujung tombak pemerintah dalam memberikan pendampingan kepada keluarga, khususnya keluarga yang memiliki faktor risiko melahirkan anak stunting.

“Stunting ini bukan hanya persoalan tinggi badan anak, tetapi merupakan indikator kekurangan gizi kronis yang dapat berdampak terhadap kualitas kehidupan seseorang, baik dari aspek kesehatan, pendidikan maupun produktivitas di masa dewasa,” ujar Siska.

Menurutnya, pendampingan keluarga harus dilakukan secara konsisten dan tidak hanya berfokus pada anak yang sudah mengalami stunting, tetapi juga kepada keluarga yang memiliki faktor risiko.

Ia meminta TPK menjalankan peran lebih luas sebagai pendamping, edukator, fasilitator pelayanan, pemantau kondisi keluarga, sekaligus penghubung antara pemerintah dengan masyarakat.

“TPK hadir bukan hanya sebagai pendamping keluarga, tetapi juga sebagai pemberi edukasi, penghubung, pelayan, dan sahabat bagi keluarga,” katanya.

Hingga Agustus 2026, pendampingan keluarga oleh TPK yang tercatat dalam aplikasi Elsimil telah mencapai 3.349 sasaran, terdiri atas 374 pasangan calon pengantin, 823 ibu hamil, 308 ibu pasca persalinan, serta 1.844 keluarga dengan bayi dan balita.

Wali Kota juga meminta TPK memperkuat koordinasi dengan puskesmas dan fasilitas pelayanan kesehatan apabila menemukan keluarga yang membutuhkan intervensi lebih lanjut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....