Sandwich Generation Hadapi Tekanan Ekonomi Antar Generasi
- 15 Jun 2026 09:32 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Fenomena sandwich generation semakin menjadi perhatian di tengah meningkatnya tuntutan ekonomi keluarga. Generasi ini merujuk pada kelompok usia produktif yang harus menanggung kebutuhan hidup anak-anak sekaligus membantu memenuhi kebutuhan orang tua, sehingga menghadapi tekanan ekonomi dari dua generasi secara bersamaan.
Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Rince Tambunan, SE., MM., Dosen STIE 66 Kendari, dalam wawancara bersama Yuli, Senin 15 Juni 2026. Menurutnya, kondisi tersebut banyak dialami oleh masyarakat Indonesia, terutama mereka yang berada pada usia produktif dan menjadi tulang punggung keluarga.
Dr. Rince menjelaskan bahwa tekanan ekonomi antar generasi muncul ketika seseorang harus membagi pendapatan untuk berbagai kebutuhan sekaligus, mulai dari biaya pendidikan anak, kebutuhan rumah tangga, hingga biaya kesehatan dan kehidupan orang tua. Situasi ini sering kali membuat ruang untuk menabung maupun berinvestasi menjadi semakin terbatas.
“Banyak anggota sandwich generation yang harus mengutamakan kebutuhan keluarga sehingga perencanaan keuangan jangka panjang sering kali tertunda. Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini dapat menimbulkan tekanan ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.
Menurutnya, salah satu penyebab munculnya fenomena tersebut adalah meningkatnya biaya hidup, kebutuhan pendidikan yang semakin tinggi, serta masih terbatasnya kesiapan finansial sebagian masyarakat dalam menghadapi masa pensiun. Akibatnya, generasi produktif harus mengambil peran lebih besar dalam mendukung ekonomi keluarga.
Selain berdampak pada kondisi keuangan, tekanan ekonomi yang dialami sandwich generation juga dapat memengaruhi kesehatan mental dan produktivitas. Rasa khawatir terhadap kebutuhan keluarga yang terus meningkat berpotensi menimbulkan stres dan kelelahan emosional.
Dr. Rince menilai bahwa perencanaan keuangan menjadi langkah penting untuk mengurangi tekanan tersebut. Ia mendorong masyarakat agar mulai menyusun anggaran, membangun dana darurat, serta menyisihkan sebagian pendapatan untuk investasi dan tabungan masa depan.
“Literasi keuangan harus terus ditingkatkan. Dengan pengelolaan keuangan yang baik, seseorang dapat memenuhi tanggung jawab keluarga tanpa mengabaikan kebutuhan dan tujuan finansial pribadinya,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya membangun kemandirian ekonomi dalam keluarga melalui pendidikan dan perencanaan jangka panjang. Menurutnya, upaya tersebut dapat membantu memutus siklus andwich generation sehingga generasi berikutnya tidak menghadapi beban yang sama.
Melalui kesadaran akan pentingnya perencanaan keuangan, penguatan literasi finansial, dan komunikasi yang baik dalam keluarga, masyarakat diharapkan mampu menghadapi tekanan ekonomi antar generasi secara lebih bijak dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....