Sepanjang Mei 2026 Call Center 112 Kota Kendari Terima 3.971 Panggilan

  • 05 Jun 2026 12:45 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID Kendari – Sepanjang Mei 2026 Layanan Darurat Call Center 112 Kota Kendari mencatat aktivitas pengaduan masyarakat mencapai 3.971 panggilan

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika kota Kendari Sahuriyanto Meronda mengatakan berdasarkan data Mei 2026 total panggilan masuk mencapai 3.971 panggilan dari jumlah tersebut Panggilan valid sebanyak 3.068 panggilan sedangkan Panggilan Tidak Valid atauprank/ghost sebanyak 903 panggilan.

“Jadi jika di presentase dari jumlah 3.971 panggilan masuk untuk bulan Mei 2026 itu, untuk Panggilan Call Taker 112 Valid 77 persen dan Tidak Valid 23 persen,” tutur Sahuriyanto di Kendari, Jumat, 5 Juni 2026.

Menurut Sahuriyanto untuk laporan kejadian yang di terima layanan darurat call center 112 kota kendari sepanjang Mei 2026 sebanyak 418 tiket laporan dan laporan selesai ditindaklanjuti sebanyak 236 tiket laporan sementara laporan belum selesai ditindaklanjuti tercatat sebanyak 182 tiket laporan.

“Kalau kita presentasekan untuk laporan kejadian valid yang ditindaklanjuti mencapai 56 persen sedangkan 44 persen belum di tindaklanjuti,” jelasnya.

Kadis Kominfo kota Kendari juga menjelaskan berdasarkan data periode 1 hingga 31 Mei 2026, laporan masyarakat di dominasi kejadian bencana alam yakni banjir dikawasan perumahan yang mencapai 113 laporan, tanah longsor sebanyak 20 laporan dan ganguan PLN sebanyak 64 laporan.

“Untuk laporan darurat ke Instansi pada periode Mei 2026 terbanyak untuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang mencapai 73 laporan, kemudian PLN 64 Laporan dan Damkar sebanyak 45 laporan,” jelasnya.

Lebih lanjut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kendari, Sahuriyanto Meronda, menegaskan layanan 112 merupakan garda terdepan dalam menerima dan mengoordinasikan laporan masyarakat secara cepat.

“Call Center 112 ini menjadi pusat respon cepat pemerintah. Karena itu, kami terus mendorong peningkatan kualitas layanan sekaligus mengajak masyarakat untuk menggunakan layanan ini secara bertanggung jawab,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....