Operasi Hari Kedua, Tim SAR Gabungan Belum Temukan Farida
- 24 Mei 2026 19:21 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Laworo - Memasuki pukul 17.00 WITA, pencarian yang dilakukan oleh Tim SAR gabungan terhadap seorang warga yang hilang di Kabupaten Muna Barat masih dengan hasil nihil.
Kondisi ini membuat pelaksanaan operasi penyelamatan di kawasan muara Bone Balano, Desa Lasama, terpaksa dihentikan sementara waktu oleh pihak otoritas.
Kepala KPP Kendari Amiruddin menyampaikan bahwa seluruh pergerakan personel di lapangan akan diistirahatkan sebelum dibuka kembali sesuai jadwal.
"Ops SAR dihentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali besok pagi pada pukul 07.00 Wita," ujar Amiruddin.
Keputusan penundaan ini diambil dengan mempertimbangkan faktor visibilitas dan keselamatan tim penyelamat yang bertugas di area muara dan hutan bakau.
Kondisi cuaca di sekitar lokasi sepanjang siang hingga sore hari terpantau cerah namun tetap memiliki potensi turunnya hujan ringan.
Pergerakan arah angin di kawasan perairan tersebut berembus dengan kecepatan 4,9 kilometer per jam dari arah barat laut berdasarkan data BMKG.
Identitas korban yang masuk dalam target pencarian intensif ini atas nama Farida, seorang perempuan berusia 45 tahun.
Korban merupakan warga sipil setempat yang tercatat berdomisili di kawasan Desa Lasama, Kecamatan Tiworo Kepulauan, Muna Barat.
Sejumlah unsur eksternal diturunkan penuh guna menyisir wilayah perairan, termasuk dukungan baru dari personel Polair Muna Barat.
Unsur yang terlibat di antaranya meliputi SMC dan Staf SMC KPP Kendari, Unit Siaga SAR Muna, Polsek Tikep, Babinsa, serta aparat Desa Lasama.
Masyarakat sekitar bersama dengan pihak keluarga korban juga terus mendampingi jalannya penyisiran di sepanjang garis pantai.
Dukungan sarana prasarana keselamatan juga dikerahkan secara maksimal guna menunjang efektivitas pemetaan di lapangan.
Alut yang digunakan meliputi rescue car, rubber boat, longboat, palsar medis, palsar evakuasi, peralatan komunikasi, serta peralatan pendukung keselamatan lainnya.
Kronologi peristiwa bermula pada tanggal 23 Mei 2026 pukul 08.00 WITA saat korban bersama pihak keluarga pergi ke muara Bone Balano.
Tujuan kedatangan rombongan keluarga tersebut ke kawasan muara adalah untuk mencari kerang laut secara swadaya.
Sesampainya di muara tersebut, mereka kemudian memutuskan untuk saling berpencar ke beberapa titik guna mengumpulkan kerang.
Namun nahas, hingga pukul 13.30 WITA saat seluruh anggota keluarga yang mencari kerang berkumpul kembali, korban justru tidak terlihat.
Pihak keluarga bersama masyarakat sekitar sempat melakukan upaya pencarian mandiri di sekitar lokasi sebelum akhirnya dilaporkan ke Basarnas dengan hasil nihil.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....