Banjir Kendari: Satu Balita Meninggal Dunia, Tim SAR Evakuasi Warga Selamat

  • 10 Mei 2026 18:04 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Tim SAR gabungan melakukan operasi penyelamatan dan evakuasi di sejumlah titik yang terdampak bencana banjir di wilayah Kota Kendari pada Minggu, 10 Mei 2026.

Operasi yang dimulai sejak pagi hari tersebut melibatkan 50 rescuer dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari untuk merespons cepat permintaan bantuan warga.

Sejak pukul 07.45 WITA, tim pertama melakukan pemantauan di area Kaliwanggu, Kelurahan Lepo-Lepo, serta Amohalo, Kelurahan Baruga.

Di lokasi tersebut, petugas berhasil mengevakuasi 12 orang warga yang terdiri dari 10 perempuan dan 2 laki-laki ke tempat yang lebih aman.

Namun, duka menyelimuti operasi ini setelah satu orang korban dilaporkan terseret arus banjir di Kelurahan Punggaloba.

Korban yang diidentifikasi bernama Rangga, seorang balita laki-laki berusia 5 tahun, ditemukan oleh warga di Kelurahan Benu-Benua sekitar pukul 11.03 WITA dalam kondisi meninggal dunia.

Kepala KPP Kendari, Amiruddin A.S, menjelaskan bahwa pihaknya membagi kekuatan menjadi beberapa tim untuk menyisir titik-titik dampak banjir yang tersebar di wilayah kota.

Tim ketiga juga dikerahkan ke sekitar wilayah HBM, Pasar Anduonohu, serta Lorong Bangau Kambu, di mana petugas mengevakuasi 6 orang tambahan.

Selain proses evakuasi jiwa, KPP Kendari turut menerjunkan tim khusus untuk mendistribusikan logistik bantuan ke titik-titik pemantauan.

Pihak Basarnas mencatat total korban selamat sebanyak 18 orang, sementara satu orang meninggal dunia akibat terseret arus.

"Dengan telah dievakuasinya warga yang membutuhkan pertolongan, Ops SAR Bencana banjir di beberapa titik di wilayah Kota Kendari ditutup dan dilanjutkan dengan pemantauan mengingat masih tingginya intensitas hujan," ujar Amiruddin A.S.

Hingga saat ini, cuaca di wilayah Kendari terpantau masih diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.

Air diperkirakan baru akan mulai surut pada pukul 21.00 WITA, sehingga masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.

Sejumlah alat utama seperti rubber boat, truk personel, hingga ambulans disiagakan di lokasi-lokasi rawan guna mempercepat respons jika terjadi kondisi darurat.

Meskipun operasi evakuasi secara umum telah berakhir, personel tetap bersiaga di lapangan untuk memantau perkembangan debit air di permukiman warga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....