BI Sultra Ambil Peran Tumbuhkan Ekonomi Syariah
- 28 Apr 2026 15:49 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Kondisi perekonomian Indonesia menunjukkan pertumbuhan positif di tengah ketidakpastian global berdasarkan data Produk Domestik Bruto tahun 2025, di Kota Kendari, Kamis, 24 April 2026.
Data Februari 2026 mencatat ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,11 persen secara tahunan.
Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada 2026 berada di kisaran 4,9 hingga 5,7 persen.
Tingkat inflasi nasional juga berada dalam rentang target sebesar 2,5±1 persen.
Indonesia menempati posisi ketiga dunia dalam State of the Global Islamic Economy Indicator 2025.
Keunggulan tersebut didorong sektor fesyen muslim, obat-obatan, dan pariwisata ramah muslim.
Kinerja sektor halal value chain pada 2025 tumbuh 6,21 persen secara tahunan.
Pertumbuhan tersebut ditopang sektor pertanian, makanan-minuman halal, serta pariwisata ramah muslim.
Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2025 mencatat indeks literasi keuangan syariah mencapai 43,42 persen.
Sementara tingkat inklusi keuangan syariah berada di level 13,41 persen.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tenggara, Edwin Permadi, menyebut kegiatan ini turut mendorong penguatan ekonomi daerah.
“Penyelenggaraan Sultra Maimo Sharia Fest Tahun 2026 adalah upaya untuk menjawab tantangan perekonomian terkini sekaligus mendukung perluasan ekonomi syariah nasional,” ujar Edwin Permadi.
Kegiatan ini juga mendorong penguatan UMKM melalui business matching pembiayaan syariah dan coaching clinic bagi pelaku usaha.
Digitalisasi ekonomi turut diperkuat melalui perluasan penggunaan QRIS dan peningkatan literasi transaksi digital.
Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara akan terus memperkuat sinergi dengan pemangku kepentingan daerah.
Langkah tersebut diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Sulawesi Tenggara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....