Perempuan Berdaya, Belajar Berkata Tidak tanpa Rasa Bersalah
- 21 Apr 2026 08:55 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Perempuan masa kini dituntut untuk semakin berdaya, mandiri, dan mampu mengambil keputusan bagi dirinya sendiri, termasuk keberanian untuk berkata “tidak” tanpa diliputi rasa bersalah. Hal ini disampaikan oleh Chodidjah D. Selomo, Wakil Ketua Himpunan Psikologi Indonesia Sulawesi Tenggara, dalam sebuah kegiatan edukasi yang membahas penguatan peran perempuan.
Menurutnya, perempuan berdaya adalah perempuan yang tidak hanya berdiam diri, tetapi aktif mengambil peran dalam berbagai aspek kehidupan. “Perempuan berdaya bukan yang berpangku tangan. Mereka mampu melakukan berbagai kegiatan yang sebelumnya identik dilakukan oleh laki-laki,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa saat ini perempuan telah hadir di hampir semua lini bidang kehidupan, termasuk sektor-sektor yang dahulu didominasi laki-laki. “Sekarang tidak ada lagi bidang yang benar-benar tanpa kehadiran perempuan. Semua sudah ada perempuannya,” tambahnya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa keberdayaan perempuan tetap perlu diimbangi dengan kesadaran akan jati diri. Perempuan, kata dia, tetap harus menjaga kodratnya tanpa mengurangi potensi dan kontribusi yang bisa diberikan di ruang publik maupun domestik.
Selain itu, kemampuan untuk berkata “tidak” menjadi bagian penting dari kesehatan mental dan bentuk penghargaan terhadap diri sendiri. Banyak perempuan, lanjutnya, masih merasa tidak enak hati atau bersalah ketika menolak permintaan orang lain, padahal hal tersebut dapat berdampak pada kelelahan emosional.
Dengan belajar menetapkan batasan yang sehat, perempuan dapat menjalani peran mereka dengan lebih seimbang dan percaya diri. Edukasi semacam ini diharapkan dapat terus mendorong perempuan untuk lebih berani, mandiri, dan tetap berpegang pada nilai-nilai diri yang kuat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....